Eksekutor Penyerangan Novel Baswedan Sudah Ditangkap, Apa Kabar Dewi Tanjung?

Eksekutor Penyerangan Novel Baswedan Sudah Ditangkap, Apa Kabar Dewi Tanjung?
Dewi Tanju melaporkan Novel Baswedan. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti
NEWS | 1 Januari 2020 07:30 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Polisi sudah menangkap pelaku penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Dua pelaku adalah polisi aktif berinisial RM dan RB. Keduanya sudah ditetapkan tersangka.

Ditangkapnya pelaku membuktikan bahwa penyerangan Novel Baswedan bukan rekayasa, seperti yang dituduhkan politikus PDIP, Dewi Tanjung. Setelah dua penyerang Novel Baswedan ditangkap, bagaimana nasib Dewi Tanjung?

2 dari 5 halaman

Dewi Tanjung Tuduh Penyerangan Novel Rekayasa

Politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung meragukan kebenaran insiden penyiraman air keras dan luka-luka yang diderita penyidik senior KPK Novel Baswedan. Ia menuduh Novel sudah melakukan rekayasa terkait penyerangan terhadap penyidik senior KPK tersebut.

Ia pun melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. "Saya melaporkan Novel Baswedan, terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," kata Dewi, November 2019.

3 dari 5 halaman

Novel Dilaporkan ke Polisi

ke polisi

Dewi melaporkan Novel dengan Pasal tentang penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Pelapor dalam hal ini Dewi sendiri dan terlapor Novel Baswedan. Pasal yang dikenakan yakni Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

"Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11).

Meski dua pelaku penyerangan terhadap Novel sudah ditangkap, polisi tetap melanjutkan laporan Dewi Tanjung tersebut. Polisi menegaskan laporan dugaan rekayasa kasus itu tetap diselidiki kendati penyerang Novel Baswedan telah ditangkap.

"Mekanisme klarifikasi tetap dijalankan, yaitu klarifikasi dari pelapor, saksi dan barang bukti," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/12).

4 dari 5 halaman

Dewi Tanjung Dipolisikan Balik Tetangga Novel

Dewi Tanjung dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Dia dipolisikan terkait laporannya ke polisi yang menyebut penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan ada unsur rekayasa.

Tetangga Novel yakni Yasri Yudha Yahya yang menjadi pelapor Dewi Tanjung. Dia adalah orang pertama membawa Novel ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, pasca penyiram tersebut.

"Bentuknya korban pada saat itu yang kami bawa ke RS di Mitra Kelapa Gading, perlu Anda ketahui bahwa kami pada saat itu warga yang pertama menolong itu bener-bener sangat tidak tega melihat baik dari mukanya yang terserang pada saat itu, dan yang paling parah matanya, saya sendiri orang yang tahu persis bagaimana kondisi matanya, mukanya pada saat itu" ujar Yasri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/11).

5 dari 5 halaman

#TangkapDewiTanjung Trending di Twitter

Polisi berhasil menangkap dua pelaku penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Dua orang berinisial RB dan RM itu diamankan di kawasan Cimanggis, Depok, Kamis 26 Desember 2019 malam.

Pada Jumat, 27 Desember 2019 media sosial Twitter ramai dengan hastag #TangkapDewiTanjung. Netizen ramai-ramai meminta pihak polisi untuk menangkap Dewi Tanjung.

"Kalau ratna bisa masuk bui gegara kasus hoax. Ini kader yg jelas bikin hoax, bikin gaduh, mosok iya polkis pada mingkem. #TangkapDewiTanjung," cuit netizen.

"Dewi Tanjung melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dgn tuduhan penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan berpendapat, Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tdk dikenal pada 2017 silam. Buktikan siapa tukang fitnah skrng. #TangkapDewiTanjung". (mdk/dan)

Baca juga:
Novel Khawatir Penyerangnya Bebas, Polisi Bilang 'Biar Penyidik Bekerja'
Polisi Kirim Ponsel Penyerang Novel ke Puslabfor Mabes Polri
Polisi: Kita Tak Pernah Bilang Novel Baswedan Diserang Karena Dendam
Novel Baswedan Sebut Alasan Dendam Pelaku Penyerangan Tidak Logis
Analisa Novel Baswedan Terhadap Kasus & Pelaku Penyerangannya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami