Ekskavator & Operator Jatuh ke Jurang Sedalam 200 Meter di Sipirok

Ekskavator & Operator Jatuh ke Jurang Sedalam 200 Meter di Sipirok
PERISTIWA | 5 Desember 2020 14:24 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Satu unit ekskavator jatuh ke jurang berkedalaman sekitar 200 meter dan kemiringan 145 derajat lalu masuk ke Sungai Batang Toru di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Operatornya ada di dalam alat berat itu.

Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (4/12) sekitar pukul 16.00 Wib. Kejadian membahayakan manusia itu kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan (Basarnas Medan).

"Tim Medan dan Pos SAR Danau Toba sudah diberangkatkan menuju lokasi," kata Humas Kantor Basarnas Medan, Sariman Sitorus, Sabtu (5/12).

Dia memaparkan, operator yang jatuh bersama alat berat itu atas nama Akuan Ritonga (40), warga Sipirok. Sebelumnya dia mengendalikan ekskavator merk Hitachi untuk membuat parit dan membuka jalan di lokasi Proyek PLTA NSHE.

Peristiwa nahas terjadi saat ekskavator berjalan mundur lalu terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dengan kemiringan 145 derajat. "Ekskavator bersama operatornya jatuh ke Sungai Batang Toru. Lebar sungai sekitar 10 meter dan arusnya sangat deras," jelas Sariman.

Tim yang diterjunkan ke lokasi akan berupaya mencari dan mengevakuasi korban. "Kita mohon doanya," ucap Sariman. (mdk/rhm)

Baca juga:
Atap Gudang Pabrik Es Krim di Medan Runtuh, 1 Pekerja Tewas
Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja Meningkat 128 persen
Sumur Minyak Rakyat di Muratara Meledak, 2 Penambang Mengalami Luka Bakar
Petani di Rejang Lebong Tewas Usai Diseruduk Babi Hutan
Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja Tahun 2020 Meningkat 128 Persen
Angka Kecelakaan Kerja Tahun 2020 Meningkat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami