Emil Sebut Surat Berisi Aspirasi Buruh Menolak UU Cipta Kerja Sudah Diterima Jokowi

Emil Sebut Surat Berisi Aspirasi Buruh Menolak UU Cipta Kerja Sudah Diterima Jokowi
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan. ©2020 Istimewa
PERISTIWA | 9 Oktober 2020 17:57 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan surat berisi aspirasi buruh mengenai UU Cipta Kerja sudah dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI.

Diketahui, terdapat dua aspirasi utama para buruh se-Jabar. Pertama, buruh se-Jabar menolak dengan tegas UU Cipta Kerja. Kedua, meminta Presiden RI menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) sebagai pengganti UU Cipta Kerja yang telah disahkan karena menurut aturan yang berlaku.

Presiden memiliki waktu 30 hari sebelum menandatangani Undang-Undang yang sudah disahkan oleh DPR RI. "Udah-udah sampai udah sampai hari ini menurut kabiro hukum, 2 Surat ke DPR 1 dan ke presiden dalam rangka memahami dan udah sampai," katanya di Bandung, Jumat (9/10).

Saat ini, ia hanya akan menunggu respon dari presiden dan pihak DPR RI. Surat tersebut merupakan salah satu opsi untuk menyampaikan aspirasi. Untuk itu, pria yang akrab disapa Emil itu mengimbau kepada buruh untuk memaksimalkan ruang hukum yang ada.

"Jadi tinggal kita menunggu aja responnya tetapi kesempatan ini saya mengimbau gunakan ruang hukum yaitu menguji materi undang-undang omnibus Law ini ke MK, itu udah yang paling benar dari sisi proses perundang-undangan. Kedua lebih aktif mengawal diproses Peraturan Pemerintah dibuat dua jendela itu diimbau," jelasnya.

Dia mengaku sedih dengan aksi unjukrasa yang berlangsung di beberapa daerah, termasuk Kota Bandung. Pasalnya, hampir semua aksi diwarnai dengan emosi dan segala rupa protokol menjadi terabaikan.

"Kalau protokol diabaikan potensi risiko kan masalah kami lagi, harus ngurusin Rumah Sakit, kami harap itu soalnya jadi pelajaran jangan ditargetkan ya proses proses pengesahan yang sifatnya punya multidimensi dampak sosial politik," terangnya.

"Tentukan reaksi yang terjadi kalau ditanya pasal-pasalnya apa yang kira-kira masih perlu penjelasan punya tapi harus lebih hafal tapi kebanyakan begitu cepat begitu ramai jadi perdebatan substansinya memang menjadi kendala lebih pada aspirasi," pungkas Emil. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami