Empat Orang Tewas Demo Rusuh di Waena: Tiga Sipil dan Satu TNI AD

PERISTIWA | 23 September 2019 18:13 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Empat orang meninggal akibat demo berujung anarkis yang terjadi di Waena, Senin (23/9). Salah satu korban adalah anggota TNI AD. Tiga lainnya adalah warga sipil.

"Benar dari empat orang yang meninggal, termasuk tiga warga sipil dan satu anggota TNI AD. Pada saat ini, jenazahnya masih di RS Bhayangkara," kata Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Rodja seperti dilansir Antara.

Kapolda belum dapat menyebutkan penyebab kematian ketiga warga sipil. Alasannya, masih dalam pemeriksaan dokter.

Sedangkan penyebab meninggalnya satu anggota TNI yakni Praka Zulkifli, anggota Yonif 751 Raider, akibat luka-luka diduga terkena benda tajam dan lemparan batu.

Dari laporan yang diterimanya, aksi anarkis dilakukan pendemo terjadi di kawasan Expo, Waena. Bermula saat mereka hendak dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih dengan menggunakan 15 truk.

Kapolda melanjutkan, saat melintas di Jembatan Waena, peserta aksi minta diturunkan. Lantas mereka menyerang anggota TNI AD.

"Usai menyerang, pendemo melarikan diri ke kawasan Expo sambil menyerang pasukan," jelas Irjen Pol. Rodja yang pernah sebagai Kapolda Papua Barat.

Selain menyebabkan empat orang meninggal, tercatat enam anggota Brimob luka-luka. Mereka harus mendapat penanganan intensif di RS Bhayangkara. Sementara itu, warga sipil yang terluka dan dirawat di RS Bhayangkara tercatat 20 orang.

Menko Polhukam Wiranto sudah mendapat laporan mengenai kondisi dan korban rusuh di Waena. Namun Wiranto belum bersedia memberi penjelasan. Dia berdalih masih menunggu kabar terkini.

"Laporan masih terus mengalir ke saya. Nanti Mabes Polri akan menjelaskan lewat humas. Dan besok lengkap kita sampaikan kepada Anda. Sekarang masih sporadis," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (23/9).

Wiranto hanya menekankan, aparat keamanan masih berjaga di Waena. Apalagi sudah jatuh korban dari kedua belah pihak.

"Penanganan masih terus dilakukan aparat keamanan, terutama di Wamena ada pembakaran-pembakaran, dan sudah ada korban juga dari kedua belah pihak. Tapi secara rinci nanti. Karena disampaikan oleh Humas Kapolri atau besok setelah kita dapat laporan lengkap kota sampaikan ke masyarakat," ungkap Wiranto.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan instruksi tegas pada aparat yang menangani kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Menurut dia, Jokowi menginstruksikan agar semua masalah diselesaikan dengan proporsional dan profesional.

"Sudah, tadi sudah disampaikan pada saat pertemuan pertama ya. Instruksi presiden jelas, supaya diselesaikan dengan cara-cara proporsional dan profesional," kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, Jokowi juga meminta agar semua masalah ditangani tanpa emosi. Serta tindakan yang represif.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi Minta Penanganan Kasus di Papua Diselesaikan Tanpa Emosi
Polisi Sebut Kerusuhan di Wamena Papua Dipicu Tawuran Pelajar
Moeldoko Sebut Ada Indikasi Provokasi Asing dalam Kerusuhan Wamena
Polisi: Massa Uncen dan Wamena Beda, Tapi Didalami Indikasi Keterkaitan
Gubernur Papua Minta Hentikan Aksi yang Ganggu Stabilitas Keamanan
Kerusuhan Wamena, 6 Anggota Brimob Kritis

(mdk/noe)