Empat Pusat Perbelanjaan di Riau Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Empat Pusat Perbelanjaan di Riau Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19
PERISTIWA | 7 Juli 2020 15:06 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Dinas Perindustrian Provinsi Riau mencatat empat tempat perniagaan di daerah tersebut yang masih banyak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Ini berdasarkan laporan dari masyarakat tentang tempat perniagaan yang mengabaikan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perindustrian Riau, Asrizal mengatakan, satu pegawai di sebuah toko di Mal Pekanbaru terkonfirmasi positif Covid-19 dan membuat toko tersebut ditutup sementara.

"Ada beberapa tempat yang perlu jadi perhatian kita bersama agar penyebaran COVID-19 di Riau khususnya Kota Pekanbaru tidak meluas. Antara lain di pasar tradisional, toko swalayan, kafe maupun restoran, dan mal,” katanya di Pekanbaru, Selasa (7/7).

Dia mengakui memang belum ada aturan yang mengatur sanksi tegas apabila tempat perniagaan tidak menerapkan protokol kesehatan. Namun, apabila didapati pegawai ada yang terinfeksi Covid-19, maka toko maupun pusat perniagaan harus tutup sementara.

"Regulasi normal saat ini apabila ada yang tertular, maka toko maupun kafe ditutup selama tiga hari untuk pembersihan dengan disinfektan. Sanksi lainnya belum ada," ujarnya.

Asrizal menjelaskan, pihaknya terkendala dalam hal pengawasan karena kewenangan merupakan tanggung jawab dari pemerintah kabupaten dan kota.

"Tentunya ke depan ini gugus tugas provinsi bersama kabupaten kota akan kolaborasi untuk lakukan pengawasan secara sampel ke pasar rakyat, mal, kafe maupun supermarket," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Salah satu contoh pelanggaran yang kerap ditemukan adalah pengunjung tidak mengenakan masker saat berbelanja dan pemilik usaha tidak menerapkan aturan jaga jarak.

"Contohnya di kafe banyak pengunjung di luar pakai masker tapi di dalam dibuka, gabungkan meja, dan berkerumun. Belum lagi kendalanya kita pengawasan di pasar tradisional," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Dia mengingatkan, sebelum tempat usaha dibuka harus bersih dari virus dengan penggunaan cairan disinfektan. Tempat usaha harus menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun maupun cairan disinfektan, serta menyiapkan alat untuk mengukur suhu tubuh.

Pengelola juga harus memastikan pekerja mengenakan masker, memastikan jarak aman pada antrean kasir, lift, maupun eskalator. Pengelola secara rutin harus memeriksa kesehatan pekerjanya.

"Ada satu hal yang harus kita tekankan, tidak boleh jumlahnya pengunjung melebihi 40 persen dari kapasitas ruangannya," tutupnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, total positif COVID-19 di Riau hingga Selasa siang (7/7) ada 235 kasus. Rinciannya 12 orang dirawat, 212 sudah sehat dan sudah dipulangkan, dan 11 meninggal dunia. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemkot Tangerang Ingatkan Pusat Perbelanjaan Wajib Batasi Jumlah Pengunjung
Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal & Tempat Rekreasi Hanya 30 Persen saat PSBB Transisi
Menteri Teten Target 15.000 Warung Bisa Naik Kelas Tahun ini
Ada Penutupan Mal, Laba MAP Turun Drastis di Kuartal I-2020
Pengusaha Ritel Jual Kantong Pengganti Plastik Mulai Rp3.000
Tak Ada Batasan Usia Pengunjung Mal Saat New Normal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami