Empat Tersangka Pencabulan Santri di Depok Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Empat Tersangka Pencabulan Santri di Depok Tak Ditahan, Ini Alasan Polisi
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 4 Juli 2022 18:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi menetapkan tiga ustaz dan santri pria senior sebagai tersangka kasus pencabulan dan pemerkosaan santriwati pondok pesantren di Depok, Jawa Barat. Namun empat tersangka itu belum ditahan polisi.

Polisi berdalih belum menahan keempat tersangka lantaran penanganan perkara tersebut harus mengedepankan asas kehati-hatian.

"Kemudian dalam menaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan melalui tahapan gelar, di mana setelah terpenuhi adanya unsur pidana di dalam hal ini maka dinaikkan ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Senin (4/7).

Zulpan mengatakan, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap empat tersangka. Walaupun, kata dia pada akhirnya nanti penyidik pasti menerbitkan surat perintah penahanan.

"Ya tentu nanti arahnya ke sana tetapi, tahapannya akan harus dilalui yang saat ini memang belum bisa saya sampaikan karena masih berproses," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah, Depok, Jawa Barat, terus bergulir. Dugaan pemerkosaan dan pencabulan sejumlah santri mencuat usai penasihat hukum dari para korban membuat laporan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Adapun tiga tersangka di antaranya belatar belakang sebagai ustaz sedangkan satu orang lagi merupakan santri putra senior yang juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah.

"Hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh penyidik, sampai dengan hari ini tiga orang ustaz atau guru ngaji di ponpes tersebut, hasil gelar yang dilakukan oleh penyidik telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Dan jadi tersangka," kata dia saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (4/7).

Zulpan menerangkan, perbuatan tindak pidana persetubuhan dilakukan oleh satu ustaz dan satu santri putra senior. Sementara, dua orang ustaz lain melakukan tindak pidana pencabulan.

"Sampai dengan hari ini 4 orang pelaku ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan," ujar dia.

Kendati menyandang status sebagai tersangka, keberadaan empat orang masih disembunyikan pihak kepolisian. Diduga, keempat tersangka masih menghirup udara bebas.

"Penyidikan sudah menggelar nya seperti itu, nanti kalau masalah dia sudah diamankan ditangkap akan kami sampaikan lagi," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
Santri Korban Pencabulan Ustaz dan Senior di Depok Berjumlah 11, Hanya 3 Lapor Polisi
Polisi Tetapkan 3 Guru Ngaji & 1 Santri Pria Tersangka Persetubuhan di Ponpes Depok
Dibonceng Seorang Kakek, Bocah di Bukittingi Dicabuli Sepanjang Perjalanan
Noda Darah dan Kondom Bekas Ungkap Kasus Pencabulan Ayah pada Anak di Gianyar
11 Santri di Depok Diduga Dicabuli 4 Ustaz, Korban Diminta Ponpes Tak Lapor Orang Tua
Hamili Anak Usia 15 Tahun, Seorang Remaja Diciduk
Wali Kota Idris: Pelaku Pencabulan 11 Santri di Depok Belum Diketahui

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini