Epidemiolog Sebut Penguasaan Data Cegah Ledakan Kasus Covid-19 Usai Arus Balik

Epidemiolog Sebut Penguasaan Data Cegah Ledakan Kasus Covid-19 Usai Arus Balik
Swab test PCR drive thru di RSPJ. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
PERISTIWA | 15 Mei 2021 03:30 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia, Dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD mengatakan penguasaan data menjadi kunci menghindari terjadinya ledakan kasus COVID-19 setelah arus balik Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Penting memperkuat data deteksi kasus, sistem pelaporan, pengolahan, analisis hingga interpretasi data yang dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan," kata Dicky di Jakarta dilansir Antara, Jumat (14/5).

Selain itu aspek-aspek umum di layanan kesehatan juga harus diperkuat misal adanya program jangkauan ke rumah-rumah, penguatan sistem kesehatan (SDM, alat, obat dan lain-lain), menyiapkan mekanisme rujukan serta penguatan "survailans genomic" (di tingkat pusat)

"Memberlakukan pembatasan pergerakan manusia (seperti PPKM) sebelum masa liburan tiba juga harus dilakukan untuk mengurangi risiko penularan," katanya.

Meski telah mendapat vaksinasi, setiap individu harus memiliki prinsip jaga diri, menjaga konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan, karena cukup hanya satu orang terinfeksi sudah bisa perburuk situasi.

Kesimpulannya, melakukan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi/interaksi) dan 3T (tracing, testing dan treatment) masih merupakan cara yang paling efektif untuk menanggulangi pandemi selain menguatkan survailans epidemiologi.

Dia menyebut sejauh ini penguasaan data masih berpegang kepada 3T yang sangat berguna untuk identifikasi awal COVID-19 sehingga dapat mencegah penyebaran.

Pemerintah telah menetapkan swab antigen sebagai salah satu metode testing yang dapat digunakan. Tes "swab" antigen yang bukan cepat tapi juga akurat.

Abbott, salah satu perusahaan peralatan medis asal Amerika Serikat termasuk salah satu yang menyediakan alat tes "swab" antigen untuk mengantisipasi kejadian setelah arus balik Lebaran mendatang. (mdk/ray)

Baca juga:
Polisi: Semua Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19
Sebaran Kasus Positif Covid-19 di 34 Provinsi Indonesia 14 Mei 2021
Update Positif Covid-19 di Indonesia per 14 Mei 2021
Satgas Covid-19 akan Prioritaskan Tes Swab Antigen Pemudik Tak Berdokumen Lengkap
Antisipasi Arus Balik, Kemenkes Akan Kirim 200 Ribu Alat Test Antigen ke Bakauheni

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami