Epidemiolog Ungkap Gejala Pasien Terjangkit Varian Covid-19 Omicron

Epidemiolog Ungkap Gejala Pasien Terjangkit Varian Covid-19 Omicron
Lonjakan kasus Covid-19 varian Delta di Ukraina. ©2021 AFP/Sergei Supinsky
NEWS | 28 November 2021 12:06 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman mengungkap gejala yang muncul pada pasien terinfeksi Omicron atau varian B.1.1.529. Pada pasien yang sudah mendapatkan vaksinasi, gejala yang dialaminya ringan.

Seperti demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk. Gejala ini hampir mirip dengan pasien terjangkit varian Delta.

"Tapi untuk yang belum divaksinasi, terutama pada lansia, itu (gejalanya) parah," katanya kepada merdeka.com, Minggu (28/11).

Saat terpapar Omicron, pasien yang belum mendapatkan vaksinasi atau lansia bisa mengalami denyut jantung tinggi. Mereka cenderung membutuhkan tindakan pertolongan segera.

Dicky menyebut, Omicron dinilai tidak menyebabkan keparahan. Namun, varian ini lebih cepat menular daripada Delta. Kecepatan transmisi ini bisa berpotensi membebani fasilitas kesehatan.

"Ini harus diwaspadai," tegasnya.

Menurut mantan Kepala Kerjasama Bilateral Kesehatan Kementerian Kesehatan ini, Omicron sudah menyebar di banyak negara. Di antaranya Afrika Selatan, Bostwana, Inggris, Hong Kong, Italia, Israel, dan Belgia.

Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah mitigasi untuk mencegah masuknya Omicron. Seperti melakukan skrining ketat di pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional, meningkatkan surveilans genomik, testing, tracing, vaksinasi, dan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan).

"Kemudian juga, hal lain tampaknya dari sisi pemeriksaan PCR. Pemeriksaan PCR yang hanya mendeteksi protein S ini akan tidak bisa mendeteksi (Omicron), bisa luput. Sehingga harus memastikan bahwa PCR mesin yang digunakan adalah mendeteksi dua jenis protein," tutupnya.

Omicron pertama kali terdeteksi di Botswana, negara di Afrika bagian selatan. Varian ini memiliki 32 mutasi. Salah satu mutasinya terdeteksi di Cambridge, Inggris. Berdasarkan penelitian di Cambridge, Omicron berpotensi lebih infeksius dan menurunkan efikasi vaksin. (mdk/bal)

Baca juga:
Belanda Laporkan 61 Pelancong dari Afrika Selatan Positif Covid-19
Ini 8 Negara Afrika yang Warganya Dilarang Masuk RI Cegah Varian Omicron
Cegah Varian Omicron Masuk, RI Tutup Pintu Masuk Bagi Warga Negara Afrika
Arab Saudi Tutup Penerbangan dari dan ke Tujuh Negara Afrika karena Varian Omicron
Dokter Afrika Selatan Beberkan Gejala Pasien yang Terinfeksi Covid Varian Omicron
Di Depan Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Ibas Bicara Ancaman Varian Covid-19 Omicron
Waspada Varian Covid-19 Omicron, DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami