Epidemiolog Usulkan Karantina Wilayah di Kudus Atasi Lonjakan Covid-19

Epidemiolog Usulkan Karantina Wilayah di Kudus Atasi Lonjakan Covid-19
Pasien Corona. ©2020 Merdeka.com/Antara
PERISTIWA | 11 Juni 2021 01:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Epidemiolog yang juga staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengusulkan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan karantina wilayah agar secepatnya dapat mengatasi lonjakan kasus dan memutus penyebaran COVID-19.

"Saya sudah usulkan supaya Kudus melakukan karantina wilayah kabupaten," kata Yunis seperti dilansir Antara, Kamis (10/6).

Yunis menuturkan dengan peningkatan kasus yang signifikan, mau tidak mau harus melakukan karantina wilayah dan menonaktifkan semua kegiatan, kecuali yang bersifat sangat penting. Karantina wilayah dilakukan bukan hanya sebatas desa, tapi seluruh wilayah Kabupaten Kudus untuk mempercepat penanganan COVID-19 di tengah kenaikan kasus yang tinggi.

"Karantina semua wilayah kabupaten demi menjaga keamanan dan keselamatan penduduk, bukan hanya desa. Jadi benar-benar menonaktifkan semua aktivitas kecuali yang penting-penting," ujarnya.

Karantina wilayah dilakukan supaya kalau ada varian baru, varian itu tidak menyebar ke tempat lain. Selain itu, agar penduduk benar-benar dijaga supaya tidak sakit atau tertular COVID-19.

"Di Kudus buat belajar bahwakarantina wilayah kabupaten memang diperlukan pada daerah-daerah yang prevalensinya sudah cukup tinggi, sehingga terjadi peningkatan pelayanan kesehatan dan tidak mampu dikover," tuturnya.

Yunis menuturkan penanganan COVID-19 saat ini seharusnya tidak seperti petugas pemadam kebakaran, jika ada kebakaran lalu segera berjibaku memadamkan, karena yang dihadapi adalah virus yang tidak kelihatan. Jadi, harus ada mitigasi tepat dengan mempertimbangkan berbagai indikator termasuk terkait surveilans, pelacakan kontak (contact tracing) dan pengujian (testing).

"Surveilans, contact tracing, dan testing ditingkatkan, itu adalah kuncinya, tapi upaya-upaya penanganan dan penanggulangan harus dilakukan," tuturnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Klaster Mudik Covid-19 di Jakarta Capai 2.008 Kasus dari 988 Keluarga
Cegah Penyebaran Covid-19 di Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat Terapkan Jam Malam
Pemkot Tangsel Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Juni 2021
Batam dan Karimun Zona Merah Covid-19
IDI Dorong Pemda Perketat Pengawasan-Evaluasi Prokes saat Belajar Tatap Muka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami