Evakuasi Lumba-lumba Tersesat di Labura, BBKSDA Sumut Datangkan Tim Ahli

PERISTIWA » MALANG | 30 Januari 2019 00:03 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut masih berusaha untuk mengevakuasi 2 ekor lumba-lumba yang tersesat ke Sungai Kualuh, Labuhan Batu Utara (Labura). Mereka mendatangkan tim ahli dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk membantu upaya itu.

"Kami sudah minta tim ahli dari JAAN untuk membantu evakuasi lumba-lumba itu," kata Hotmauli Sianturi, Kepala BBKSDA Sumut, Selasa (29/1).

Tim ahli yang didatangkan itu diharapkan dapat memberi solusi cara evakuasi kedua lumba-lumba itu. "Kita survei dulu di lapangan sehingga diketahui bagaimana cara kita melakukan penggiringan terhadap lumba-lumba itu. Setelah itu baru tindakan apa yang harus dilakukan," jelasnya.

Mengenai kondisi terkini, Hotmauli mengatakan, kedua lumba-lumba itu sudah berpindah semakin ke hulu sungai. Keberadaannya masih menjadi tontonan warga sekitar. "Mereka bergerak terus. Petugas kita teta memantau pergerakannya. Kita berkoordinasi dengan warga dan pihak kepolisian agar mereka jangan sampai terganggu," ungkap Hotmauli.

Seperti diberitakan, 2 ekor lumba-lumba muncul di Sungai Kualuh, sekitar Dusun II Ramean, Desa Kuala Beringin, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara (Labura), Sumut. Kemunculan dua mamalia itu menjadi tontonan masyarakat sekitar sejak Minggu (27/1).

Sejumlah warga mengabadikan lumba-lumba itu, bahkan banyak yang turun ke sungai sambil memegang telepon pintar. Video dan gambar mamalia di Sungai Kualuh itu pun banyak dibagikan di media sosial.

BBKSDA Sumut menduga lumba-lumba itu tersesat. Mamalia itu ditengarai terbawa air pasang laut sampai akhirnya terjebak di Sungai Kualuh. Karenanya, keduanya akan dievakuasi kembali ke laut.

Baca juga:
80 Persen Orangutan Kaltim Tinggal di Luar Area Konservasi, 1 Mati Jadi Sorotan Dunia
Diduga Tersesat, Lumba-Lumba Terlihat Berenang di Sungai Kualuh Sumut
Deforestasi Ancam Habitat dan Populasi Orangutan Aceh
Jual Satwa Dilindungi, Herry Dihukum 2 Tahun Bui dan Denda Rp 10 Juta
Warga Aceh Pelihara Anak Orangutan di Kandang Ayam
Pasang Kamera Trap, BBKSDA Jatim Ingin Pastikan Pemangsa 14 Rusa di Malang

(mdk/bal)