Evakuasi warga dan turis asing di Lombok Utara ditargetkan selesai hari ini

PERISTIWA | 7 Agustus 2018 09:40 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Tim SAR terus melakukan evakuasi ribuan warga dan turis dari wilayah Lombok Utara. Ribuan orang tersebut merupakan warga sekitar maupun wisatawan yang tengah berlibur Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Komang Suartana mengatakan, evakuasi ditargetkan selesai hari ini. Menurut Komang, dari informasi tim di lapangan masih terdapat ribuan orang di Lombok Utara belum dievakuasi.

"Kalau kemarin sekitar 4 ribuan mungkin sudah 2 ribuan dievakuasi, sekarang tinggal seribu lebih. Mungkin hari ini dihabiskan semua khususnya di Gili Trawangan karena ada wisatawan domestik dan asing," kata Komang saat dihubungi merdeka.com, Selasa (7/8).

Mereka akan dibawa keluar Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Tak hanya di Lombok Utara, tim SAR juga tengah mengevakuasi masyarakat di wilayah parah terdampak gempa seperti di Kecamatan Gangga dan Tanjung, Lombok Timur.

"Termasuk juga evakuasi warga di Lombok Timur," kata dia.

Menurut Komang, sejauh ini tidak ada kendala dalam mengevakuasi korban. Fokus tim SAR ini mengevakuasi korban dari lokasi kejadian guna menghindari gempa susulan.

"Untuk kebutuhan korban sementara sudah ada bantuan baik sembako, air bersih, tenda yang dilakukan pemerintah, Polri, TNI dan dinas instansi terkait serta masyarakat yang peduli gempa," kata dia.

Diketahui, 2.000 sampai 2.700 orang telah dievakuasi Tim SAR gabungan di tiga wilayah yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Operasi evakuasi dilakukan Tim SAR gabungan dalam 24 jam terakhir usai gempa 7 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Update terkini di tiga Gili, informasi lapangan telah berhasil evakuasi 2.000-2.700 baik asing dan domestik, juga pegawai resort dan pemilik resort," kata Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Evakuasi ini mengarahkan mereka ke Pelabuhan Bangsel di Lombok Utara. Nantinya, mereka diarahkan menuju Mataram untuk bisa melanjutkan ke Bandara Internasional Lombok atau memilih singgah di hotel setempat.

"Tetapi sebagian besar dari mereka memilih pulang. Untuk penerbangan sendiri bandara ada penambahan sampai 18 penerbangan, jam operasi sampai 24 jam," jelas Sutopo.

Saat ini total korban meninggal dunia berjumlah 98 jiwa, 96 berasal dari Lombok dan 2 di Bali semua terdata warga Indonesia. Terkait korban luka, data terbaru sore ini mencatat ada 236 orang dengan jumlah pengungsi total diperkirakan sebanyak 200 ribu jiwa.

Baca juga:
Serat optik Telkom mengalami gangguan pasca gempa NTB
Menko Puan minta penanganan korban gempa Lombok dilakukan cepat
Sekolah di Bali rusak akibat gempa, anggota DPR ini minta bantuan fokus ke pendidikan
Diangkut dua kapal, 730 wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan tiba di Bali
60 Mahasiswa UNS sedang KKN di Lombok selamat dari gempa
230 Gempa susulan terjadi usai 7 Skala Richter mengguncang NTB
Dua alat berat dikerahkan evakuasi jemaah masjid korban gempa di NTB

(mdk/gil)