Fadli Zon Dorong Pembentukan TGPF Kerusuhan 22 Mei

PERISTIWA | 11 Juni 2019 22:33 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei. Sebab, menurutnya, kerusuhan itu sudah banyak memakan korban.

"Menurut saya peristiwa itu kan menimbulkan korban jiwa, kemudian masih ada orang-orang yang mungkin belum diketemukan dan sebagainya. Seharusnya ada ada satu tim gabungan pencari fakta ya seperti dulu 21 tahun lalu juga dibentuk TGPF," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).

Fadli mengatakan, TGPF itu sebaiknya terdiri dari masyarakat sipil dan beberapa pihak terkait. Sehingga, penyelidikan itu berjalan secara independen.

"Sehingga ada independensi dari tim ini untuk membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa sampai timbul korban jiwa. Kemudian mungkin bisa dipelajari tentang siapa yang melakukan dan seterusnya," ungkapnya.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, penyelidikan juga tidak bisa dilakukan hanya satu pihak saja. Hal itu, dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan.

"Karena satu versi pasti akan ada conlict of interest. Siapa yang dirugikan, tuduhan-tuduhan, framing-framing terhadap para pelaku, apalagi dengan pemerintah yang sekarang merupakan ikut bagian dari aktor politik yang sedang berlangsung," ucapnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR juga diwarnai interupsi soal pembentukan Pansus Kerusuhan 22 Mei. Salah satu fraksi partai yang mendorong pembentukan pansus adalah PKS.

"Kami usul bentuk pansus kerusuhan 22 mei, Anggota keluarga mengalami kebuntuan proses hukum serta mereka yang mengalami akses hukum dan informasi," kata Anggota Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi.

Baca juga:
TNI dan Polri Beri Penjelasan Perkembangan Kerusuhan 21-22 Mei
Habil Marati Penyandang Dana Kivlan Zen Pernah jadi Pengurus PPP Era Suryadharma Ali
Habil Marati, Politikus PPP Penyandang Dana Pembelian Senjata Api Kivlan Zen
Polisi akan Periksa F, Sosok Diduga Berperan Kerahkan Massa Aksi 22 Mei
Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Usulan Pansus Kerusuhan 22 Mei

(mdk/ray)