Fadli Zon Soal Vonis Ahmad Dhani: Aneh dan Jadi Preseden Buruk Demokrasi

PERISTIWA | 11 Juni 2019 22:00 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai vonis hukuman 1 tahun penjara untuk koleganya, Ahmad Dhani dapat menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Dia sekali lagi heran, Ahmad Dhani dihukum hanya karena mengucap kata 'idiot' dalam vlognya untuk mengkritik pendemo.

"Saya belum baca seutuhnya, tapi resposn saya seharusnya, masa orang memberikan kata idot di vlog lalu dikenakan satu tahun, ini aneh dan bisa jadi preseden buruk bagi demokrasi kita," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).

Fadli mengatakan ucapan Dhani tidak jelas ditujukan untuk siapa. Sehingga, jika karena hal itu saja dipenjarakan maka bisa dianggap sebagai kematian demokrasi Indonesia.

"Apalagi dia enggak sebut idiot itu untuk siapa. Ini adalah bagian kematian demokrasi, kebebasan berbicara dan berpendapat kalau hanya karena kata idiot lalu Ahmad Dhani dikenakan satu tahun penjara, itu luar biasa ketidakadilan yang dipertontonkan," ucapnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Ia dinyatakan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana melakukan pencemaran nama baik.

Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriono. Dalam amar putusan yang dibacakannya, Ahmad Dhani dinyatakan bersalah melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

"Menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara pada terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo," ujarnya, Selasa (11/6).

Baca juga:
Bakal Ajukan Banding, Ahmad Dhani Sebut Ada 3 Fakta Persidangan yang Disembunyikan
Divonis 1 Tahun Penjara, Ahmad Dhani Langsung Ajukan Banding
Usai Vonis, Ahmad Dhani Tak Langsung Ditahan di Rutan Cipinang
Tiga Artis Indonesia ini Rayakan Lebaran di Dalam Penjara
3 Artis Indonesia ini Rayakan Lebaran di Dalam Penjara

(mdk/ray)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com