Fahri Hamzah: Masyarakat Keliru Anggap Ahok Tak Miliki Hak jadi Pejabat di RI

PERISTIWA | 19 November 2019 19:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Politikus Fahri Hamzah angkat bicara mengenai polemik nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikabarkan menjadi salah satu bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Fahri, masyarakat keliru menganggap Ahok tidak memiliki hak lagi menjadi pejabat di Indonesia.

"Kekeliruan orang yang menganggap seolah-olah Ahok itu sudah tidak (hak) punya apa-apa di atas bumi republik ini. Itu nggak bener," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (19/11/2019).

Menurut Fahri, Ahok sudah menjalankan hukuman pidana atas kasus penistaan agama. Oleh karena itu ia memiliki hak yang sama atas hukum.

"Berlakulah Pasal 27 UUD itu bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum, dan pemerintahan, dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tanpa ada kecuali," katanya.

1 dari 1 halaman

Fahri Minta Erick Thohir Luruskan Pro Kontra Ahok Masuk BUMN

Mantan Wakil Ketua DPR itu juga meminta Menteri BUMN Erick Thohir meluruskan isu dan pro kontra yang berkembang mengenai Ahok masuk BUMN.

"Seharusnya yang mengangkat pun berani membela. Kasihan juga Ahok jadi kayak terombang-ambing begitu," ujar Fahri. (mdk/ded)

Baca juga:
Sekjen PDIP Tegaskan Ahok Tak Perlu Keluar Partai Jika Jadi Bos BUMN
Kadin Soal Ahok Ditawarkan Gabung BUMN: Kita Yakin Itu Pasti yang Terbaik
Charles Honoris Sebut Kontribusi Warga Glodok Buat Negara Tak Kalah sama Rizal Ramli
Luhut Soal Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok: Emang Dia Siapa
Sepak Terjang Erick Thohir di BUMN, Mulai dari Panggil Ahok Hingga Hapus Eselon I
Setelah Ahok, Kini Erick Thohir Panggil Chandra Hamzah ke Kementerian BUMN