Fahri Hamzah protes penggerebekan di kampus Unri, ini jawaban Polri

PERISTIWA » MALANG | 3 Juni 2018 18:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menanggapi omongan Fahri Hamzah. Ini menyusul cuitannya Wakil Ketua DPR RI di akun Twitternya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah memprotes terkait penggeledahan polisi di Universitas Riau.

"Pak @jokowi, INI JANGAN DIBIARKAN, KALAU SENJATA LARAS PANJANG SUDAH MASUK KAMPUS, KITA TELAH KEMBALI KE ZAMAN BATU! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktifis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa !!," tulis Fahri.

Setyo menjelaskan, penanganan kasus teroris berbeda dengan kasus kriminal lainnya.

"Rekan-rekan tadi melihat bomnya sdh siap. Prosedurnya kita ada tracking force. Satu kelompok yg memang prosedurnya dia bawa senjata panjang," ujar dia.

Dalam standard operating procedure, (SOP) pemberantasan terorisme memang seperti itu.

"Kita SOPnya bawa senjata panjang terus masuk dengan bawa tongkat polisi sementara bomnya sudah siap. Jadi ini aturannya sudah seperti itu," ujar dia.

Setyo menegaskan kembali tidak ada aturan yang dilanggar. "Jadi rekan-rekan pahami penangkapan upaya paksa dalam kasus terorisme itu ada prosedurnya. Itu saja yg saya sampaikan," tukas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
1 Alumni Unri ditangkap Densus pernah diminta membuat bom oleh penyerang Mapolda Riau
Barang bukti terduga teroris di Kampus Unri: Bom pipa hingga video ISIS
Polri sebut 3 mahasiswa terduga teroris di Riau berikblat pada JAD
Wakapolri sebut penangkapan tiga terduga teroris di Unri pengembangan kasus lama
Polisi gandeng kampus di Malang pantau penyebaran faham terlarang
Cak Imin: Paham radikalisme hanya ekspresi dari kebodohan
Jawab cuitan Fahri Hamzah, Kapolda Riau sebut teroris kejahatan luar biasa

(mdk/bal)