Fakta Baru Kasus John Kei Usai Rekonstruksi 67 Adegan

Fakta Baru Kasus John Kei Usai Rekonstruksi 67 Adegan
PERISTIWA | 6 Juli 2020 20:31 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi telah menggelar reka ulang adegan terkait kasus penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan kelompok John Kei Cs terhadap Nus Kei Cs. Sebanyak lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam rekontruksi tersebut.

"Sejak pagi tadi sejak pukul 10 kita sudah melaksanakan kegiatan rekonstruksi kasus John Kei yang kita ketahui bersama ada 5 TKP yang kita laksanakan. Pertama di daerah Kelapa Gading. TKP kedua itu di Arcici di Cempaka Putih, ketiga adalah TKP Titian Bekasi yang keempat dan kelima kita pindahkan ke Polda Metro Jaya karena kita pernah melakukan sebelumnya pada pra-rekonstruksi yaitu TKP Kosambi dan Green Like," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jakarta, Senin (6/7).

Dalam rekontruksi tersebut, sebanyak 67 adegan telah diperagakan oleh 37 orang pelaku termasuk John Refra alias John Kei. Rekontruksi itu juga disaksikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri Tangerang dan kuasa hukum John Kei.

"Tadi kita sudah bersama-sama dengan kejaksaan tinggi dan kejaksaan negeri tangerang karena satu TKP terakhir itu di daerah tangerang. Juga bersama dengan kuasa hukum John Kei dan terlapor nus kei. Kita sudah melihat bersama ada 67 adegan yang kita laksanakan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvij Simanjuntak menjelaskan, dalam reka ulang adegan tersebut ditemukannya fakta baru yakni John Kei menghubungi pelaku lain atas nama Daniel.

"Fakta-fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi ada beberapa mulai dari tanggal 14 Juni ternyata JK menghubungi tersangka DF jam 09.00 Wib pagi untuk dilakukan pertemuan di lokasi pertama yaitu di Kelapa Gading, pertemuan ini akan dilaksanakan sekitar 16.30 Wib. Dilakukan komunikasi lewat HP dan pertemuan ini berjalan dipimpin oleh tersangka JK dan tersangka DF," jelas Calvijn.

Selain itu, ia mengungkapkan, jika Daniel telah memberikan sejumlah uang kepada pelaku lainnya untuk dibelikan sejumlah barang atau perlengkapan seperti pipa yang akan dirubah bentuknya.

"Kemudian berangkat sebelum pertemuan di tanggal 20 Juni di Ttian. Ternyata di tanggal 19 Juni tersebut tersangka DF memberikan sejumlah uang kepada beberapa tersangka lainnya untuk membeli semua perlengkapan pipa yang akan digunakan yang akan dirubah bentuk dimodifikasi seperti senjata tajam yang sudah dilihat, tombak pipa yang diperuncing," ungkapnya.

Ia menyebut, pada 20 Juni 2020 kembali ditemukan fakta menarik saat melakukan pertemuan di rumah John Kei yang berlokasi di Titian, Kota Bekasi. Dalam pertemuan itu, dipimpin langsung oleh tiga orang pelaku intelektual.

"Jadi 3 pelaku yang sangat berperan aktif dalam hal merencanakan dan eksekusinya ialah 3. Pertama JK, kedua DF dan ketiga FR. Ketiga tersangka aktor intelektual ini di dalam pertemuan di rumah JK ini lebih memastikan lagi apa rencana-rencana yang akan dilaksanakan dalam eksekusi tersebut," sebutnya.

"Kemudian tersangka FR dalam pertemuan itu menghubungi semua para pelaku yang merupakan bagian kelompok JK untuk berkumpul di Titian dan di situ lah dilaksanakan pembicaraan hal-ha ke depannya. Namun demikian pada akhir pembicaraan tersebut ternyata tersangka DF malam harinya tanggal 20 menyampaikan pada semua yang hadir agar esok hari jam 08.00 Wib berkumpul di TKP ketiga di Arcici, Di Arcici ini akan dilaksanakan tugas akhir, peran, distribusi mobil dan senjata tajam dan lainnya," sambungnya.

Namun, tersangka Daniel dan salah satu pelaku yang di Kosambi sebelum pukul 08.00 Wib lebih dulu mengambil beberapa mobil untuk dipindahkan ke Titian. Untuk kegiatan di Arcici, telah dibagi menjadi dua kelompok dalam enam mobil yang digunakan untuk menjalankan aksinya.

"Satu kelompok akan melaksanakan eksekusi di Kosambi satu mobil, kelompok kedua 5 mobil direncanakan akan melakukan eksekusi di rumah NK yang di Perumahan Green Like. Di situ (Arcici) juga dibagikan seluruh senjata tajam yang telah dibuat di luar senjata tajam yang disiapkan masing-masing tersangka," ucapnya.

Tak hanya itu saja, Daniel sempat menyerahkan satu pucuk senjata api yang diambil dari badan atau pinggangnya yang kemudian diberikan kepada pelaku lain atas nama inisial M yang merupakan eksekutor di Green Like, Tangerang.

"Berangkat dari Arcici, dua kelompok ini berpencar, satu kelompok melaksanakan kegiatan eksekusi di Kosambi satu mobil dan 5 mobil di perumahan. 5 mobil tersebut jelas terang benderang, kendaraan yang melakukan perusakan di rumah NK dan dua kendaraan lainnya itu melakukan pemantauan di pintu masuk dan keluar perumahan," terangnya.

Dalam kejadian ini, sebanyak 45 orang pelaku yang terindikasi melakukan perencanaan hingga melakukan eksekusi di Jakarta Barat dan Tangerang. Dari total tersebut, sebanyak 37 tersangka sudah ditangkap dan 8 orang lainnya masuk menjadi DPO.

"Kami mengharapkan keluarga atau lain-lain bisa melakukan hal yang sama di luar kami tim melakukan penyelidikan dan pengejaran ke-8 DPO lainnya. Dalam hal ini Polri menyampaikan bahwa tidak ada ruang bagi premanisme dan aksi premanisme. Negara tidak boleh kalah dengan seluruh aksi premanisme," tutupnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Rekonstruksi Rencana Penyerangan di Markas John Kei
John Kei ke Anak Buah: Ambil Nus Kei Dalam Keadaan Hidup atau Mati
Rekonstruksi di Cempaka Putih, Anak Buah John Kei Bagi-Bagi Sajam & Tombak Besi
Minta Perlindungan Kasusnya Bebas Intervensi, John Kei Bersurat ke Presiden & Kapolri
Rekonstruksi di Kelapa Gading, John Kei Perintahkan Anak Buah Bawa Nus Kei
Hari Ini, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami