Hot Issue

Fakta di Balik Kasus Lumpuh dan Kematian Usai Vaksinasi Covid-19

Fakta di Balik Kasus Lumpuh dan Kematian Usai Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo
PERISTIWA | 17 Maret 2021 11:31 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Dua warga Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti vaksinasi Covid-19 bagi lansia tahap pertama pada Senin (8/3). Sehari setelah disuntik vaksin Covid-19, kedua lansia itu dibawa ke RSUD Banyumas karena mengalami serangan jantung pada Selasa (9/3).

Keduanya kemudian dinyatakan meninggal dunia. Pihak Dinkes Banyumas menyatakan mendapat keduanya kritis setelah dibawa ke RSUD Banyumas.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyebut kedua lansia itu meninggal dunia bukan karena efek kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), vaksinasi Covid-19. Menurut Yulianto, kedua lansia itu meninggal karena serangan jantung.

"Setelah kita cek ternyata almarhum punya penyakit penyerta serangan jantung," kata Yulianto di Semarang, Senin (15/3).

Dia menjelaskan, secara keseluruhan, selama proses vaksinasi sampai saat ini sejumlah warga mengeluhkan efek samping yang ditimbulkan. Efek samping itu mulai dari nyeri pada lengan tangan sampai mengantuk.

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), memberikan penjelasan terkait kasus kematian dua lansia tersebut. Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari menyebut, dua lansia tersebut meninggal bukan karena vaksinasi Covid-19.

"KIPI dua lansia di Banyumas tidak disebabkan oleh imunisasi, namun menunjukkan gejala stroke," kata Hindra saat dihubungi merdeka.com, Selasa (16/3).

Menurut dia, kedua lansia itu telah memenuhi seluruh tahapan skrining kesehatan sebelum disuntik vaksin. Hindra menyebutkan, hasil skrining kedua lansia itu tidak mengidap 5 dari 11 penyakit kronik dan komorbid.

"Tidak (tidak memiliki 5 dari 11 penyakit kronik komorbid). Yang kami audit, lansia tersebut meninggal karena stroke dan tidak terkait vaksinasi," kata Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Lima dari 11 penyakit seperti Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal. Hal itu ditanyakan kepada peserta vaksinasi Covid-19 sebelum disuntik.

Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda, ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh calon peserta vaksinasi. Salah satunya mengenai riwayat penyakit.

"Jika ada 3 atau lebih jawaban 'ya' dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan," dikutip dari SE tersebut.

Hal serupa dikatakan Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, dua lansia meninggal karena serangan jantung bukan vaksinasi Covid-19.

Baca Selanjutnya: Guru di Garut Lumpuh Setelah...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami