Fakta-Fakta Siswa di NTT Disuapi Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas

Fakta-Fakta Siswa di NTT Disuapi Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas
PERISTIWA | 27 Februari 2020 07:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh kakak kelas kembali terulang. Mirisnya, sebanyak 77 Siswa Kelas VII Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) di Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT disuruh memakan kotoran manusia.

77 siswa kelas VII Seminari Menengah Bunda Segala Bangsa tersebut dihukum memakan kotoran manusia (feses) oleh kakak kelasnya yang dikenal dengan sebutan socius (kakak pembina) di salah satu ruang kelas sekolah itu, Rabu (19/2).

Berikut ini kronologi kejadian siswa di NTT disuapi kotoran manusia:

1 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

Salah seorang siswa kelas VII Seminari Menengah BSB, berinisial A yang menjadi korban perilaku tak terpuji para socius atau kakak pembina itu mengaku kejadian tersebut bermula ketika salah seorang temannya mengalami sakit perut.

Ketika hendak buang air, pintu belakang menuju toilet terkunci. Karena tidak bisa menahan rasa ingin buang air besar, siswa tersebut terpaksa buang air besar di kantong plastik yang berada di dekatnya pada saat itu.

"Saat itu, dua socius kami lewat dan lihat itu. Dia kumpulkan kami semua lalu suruh kami makan itu kotoran manusia. Katanya, supaya ada sejarah dalam hidup," tutur A.

2 dari 4 halaman

Terpaksa karena Takut Dihukum

A mengatakan mereka dipaksa memakan feses oleh para seniornya yang menjejali mulut mereka dengan menggunakan sendok makan. Alhasil, ke-77 murid kelas VII Seminari BSB tersebut pun muntah-muntah.

"Kami dipaksa makan pakai sendok. Terpaksa makan karena takut dipukul. Sebelum mereka suap, kami menangis, mereka suruh kami jangan menangis jadi kami diam. Sampai kami punya teman satu lari pulang lapor orang tua. Tidak lama, kami dengar kalau orang sudah kasih naik di WA grup orang tua. Baru tidak lama orang datang ke sekolah. Romo baru tahu kejadian itu hari Jumat, tanggal 21 Februari" katanya.

Ia juga mengaku, sebelum kejadian itu, mereka juga sering mendapat kekerasan fisik dari oknum socius di sekolah tersebut. Meski sering mendapat kekerasan fisik, mereka tidak berani mengadu ke guru atau pimpinan sekolah.

3 dari 4 halaman

Orangtua Tuntut Pelaku Dikeluarkan

Sementara itu, salah seorang orangtua murid yang ditemui usai rapat bersama manajemen Seminari BSD dan orangtua, Avelinus Yuvensius, mengaku kecewa dengan kejadian tersebut.

"Anak saya, saya tidak tahu jelas apakah dia juga disuruh makan atau tidak. Tapi sebagai orangtua, saya kecewa atas tindakan anak-anak ini," ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan penjelasan pimpinan sekolah tersebut, para socius ini tidak diberikan kewenangan luar biasa. Namun, hanya sebatas mendampingi para juniornya yang merupakan adik kelas mereka.

Para orangtua kemudian menuntut oknum socius tersebut harus dikeluarkan dari sekolah, tetapi pimpinan Seminari BSB mengatakan akan menyelesaikan persoalan tersebut secara internal kelembagaan.

"Tadi itu banyak yang sudah menyampaikan agar pelaku dikeluarkan tapi pihak sekolah mempertimbangkan karena mereka sudah kelas III. Jadi kami menunggu keputusan pihak sekolah dalam wakt

4 dari 4 halaman

Dua Senior Dikeluarkan

Akhirnya pihak Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengeluarkan dua siswanya. Keduanya merupakan kakak kelas atau yang dikenal dengan sebutan socius (kakak pembina) menyuruh 77 siswa kelas VII adik kelasnya makan kotoran manusia.

Sementara itu, para siswa kelas VII yang mengalami hukuman makan kotoran manusia itu akan diberi pendampingan dan pendekatan lebih lanjut untuk pemulihan mental dan menghindari trauma.

"Dengan rendah hati, kami pihak Seminari Santa Maria Bunda Segala Bangsa menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak teristimewa kepada orang tua dan keluarga para siswa kelas VII atas peristiwa yang terjadi," kata Pimpinan Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa, RD Deodatus Du'u dalam keterangan resminya, Selasa, 25 Februari 2020. (mdk/dan)

Baca juga:
2 Senior Hukum Siswa Makan Kotoran Manusia di NTT Dikeluarkan
Menjijikkan, 77 Siswa di NTT Disuapi Makan Kotoran Manusia
6 Cara Membuat Anak Agar Terhindar dari Bullying, Orang Tua Punya Peran Penting
Viral Anak Berkebutuhan Khusus Alami Perundungan, Diteriaki dengan Kata Rasis
Selamatkan Anak dari Bullying Sejak Dini
Pesan Komisi X DPR pada Mendikbud Nadiem: Perundungan di Sekolah Semakin Parah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami