Fakta-Fakta Sosok Brigadir Rangga Tianto, Pelaku Penembakan Polisi di Depok

PERISTIWA | 27 Juli 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Entah apa yang ada di benak Brigadir Rangga Tianto. Dia seketika emosi sehingga menembak Bripka Rahmat Efendi yang menolak pelaku tawuran, FZ dibina orangtuanya. Sebelumnya, Bripka Rahmat menangkap FZ saat melakukan tawuran. Kemudian orangtua FZ bersama Brigadir Rangga mendatangi Polsek Cimanggis minta agar FZ dibina orangtua.

Namun Bripka Rahmat menolak. Hal ini memantik emosi Brigadir Rangga yang akhirnya mengeluarkan senjata dan membabi buta menembak Bripka Rahmat. Brigadir Rangga menembak sebanyak 7 kali tembakan hingga menyebabkan korban tewas di tempat.

Atas perbuatannya, pelaku diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan. Lantas siapa kah Brigadir Rangga? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Brigadir Rangga Paman Pelaku Tawuran

Emosi yang berujung penembakan oleh Brigadir Rangga Tianto memunculkan tanya mengenai hubungannya dengan pelaku tawuran, FZ. Rupanya Brigadir Rangga merupakan paman dari FZ. Sehingga diduga dia kesal ketika Bripka Rahmat menangkap dan hendak memproses hukum keponakannya.

"Pelaku adalah paman dari Saudara F yang diamankan korban Rahmat tersebut," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/7).

2 dari 4 halaman

Senpi yang Digunakan Brigadir Rangga Milik Sendiri

Brigadir Rangga Tianto menembak Bripka Rahmat Efendi sebanyak 7 kali tembakan. Dia menggunakan senjata api jenis HS 9 yang merupakan miliknya sendiri.

"Ya senjata api dia. Iya punya pelakulah ya," Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Zulkarnain, di Tapos Depok, Jumat (26/7).

Pistol semi otomatis ini berkaliber 9 mm ini merupakan keluaran HS product yang berkantor di kota Ozalj, Kroasia. HS 9 menjadi salah satu senjata api yang digunakan polisi Amerika Serikat bahkan FBI. Ada tiga jenis senjata api HS 9, yaitu HS 9 Standard, HS 9 Sub Compact dan HS 9 Tactical.

3 dari 4 halaman

Terancam Dipecat dan Dihukum Mati

Perbuatan Brigadir Rangga Tianto menembak Bripka Rahmat Efendi bakal menjebloskannya ke penjara. Kariernya di kepolisian juga bakal hancur.

Brigadir Rangga terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati karena telah menghilangkan nyawa seseorang. Dia juga terancam dipecat dari profesinya.

"Sanksi untuk pidana umum menghilangkan nyawa orang lain bisa seumur hidup atau hukuman mati itu 338, dan bila di rencanakan 340," kata Kakor Polairud Kabaharkam Polri, Irjen Zulkarnaen Adinegara ditemui di rumah duka, Jumat (26/7).

4 dari 4 halaman

Diperiksa Kejiwaan

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan Brigadir Rangga Tianto, pelaku penembakan Bripka Rahmat Efendi. Pemeriksaan ini dirasa perlu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku yang bersikap brutal. Selain kejiwaan, polisi juga bakal tes urine Brigadir Rangga.

"Aspek kejiwaannya akan kami periksa, kondisi dia seperti apa. Bahkan kami juga akan cek urinenya, dia menggunakan narkotika atau tidak. Itu prosedur," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jumat (26/7). (mdk/has)

Baca juga:
Kapolda Metro Dalami Kaitan Polisi Tembak Rekannya dengan Penangkapan Pelaku Tawuran
Polda Metro & Polres Depok Rampung Olah TKP Polisi Tembak Polisi
Polisi Tembak Polisi, Pelaku Langgar 3 Aturan & Terancam Hukuman Mati
Tembak Rekan Polisi di Depok, Brigadir RT Diperiksa Penyidik Pidana Umum
Dinas di Polda Metro Sejak 2008, Polisi Ditembak di Depok Tak Punya Catatan Buruk
Percakapan Terakhir Anggota Polisi Bripka Rahmat Sebelum Ditembaki Pelaku

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.