Fakta-fakta TNI juara tembak, bungkam Filipina dan Thailand

PERISTIWA | 10 Desember 2016 05:32 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sukses mengamankan gelar juara umum dalam lomba tembak ASEAN Armies Rifle Meeting (AARM) 2016 yang digelar di Filipina. Tak main-main, jumlah medali emas yang diraih mencapai 21 buah.

Perolehan ini jauh di atas dua pesaing terdekatnya, yakni Thailand yang memperoleh 10 medali emas dan Filipina dengan 10 emasnya. Selain itu, TNI juga mendapatkan 15 perak dan 14 perunggu, sekaligus membawa pulang 6 tropi.

Prestasi ini melanjutkan sukses sebelumnya di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) lalu, di mana Indonesia juga merebut gelar juara tingkat dunia, mengalahkan kontingen dari Amerika Serikat (AS), China, bahkan tuan rumah Australia.

Berikut beberapa fakta soal kemenangan TNI di ajang tembak se-ASEAN tersebut.

Dari 37 petembak yang mengikuti lomba, 24 di antaranya merupakan petembak-petembak terbaik Kopassus, termasuk terdapat 4 prajurit Kowad Kopassus.

Kowad Kopassus mempersembahkan 2 tropi pada materi menembak pistol putri, atas nama Lettu Ckm (K) Ni Nyoman Triastuti (Satuan Kesehatan Kopassus) yaitu Champion Individual dan Champion Team.

Sedangkan Kowad lainnya, Serda (K) Carlelis, dari Kodam XVI/ Pattimura berhasil meraih medali perak pada materi menembak pistol putri di match 1.

Lomba tembak antar Angkatan Darat Negara ASEAN yang dibuka sejak tanggal 26 November dan ditutup tanggal 7 Desember ini, memperlombakan 5 materi, yaitu menembak pistol putra (match 1-5) dan putri (match 1-4), menembak senapan (match 1-5), senapan otomatis (match 1-3) dan karaben (match 1-5).

Dari lomba tembak AARM kali ini, yang paling menarik dan viral di media massa adalah ketika bendera merah putih berkibar bersamaan di satu tiang bendera saat peraihan medali emas, perak dan perunggu diborong oleh kontingen Indonesia pada materi menembak senapan otomatis (match 1).

Dari segi senjata, sama halnya dengan lomba menembak di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berlangsung pertengahan tahun ini, TNI AD hanya mengandalkan senjata buatan PT Pindad. Di antaranya SS2, dan SPM2.

Senapan buatan anak bangsa ini memang sudah diakui dunia, bahkan negara-negara kawasan ASEAN mulai melirik senjata api tersebut. Tak hanya TNI, senapan itu juga dipakai personel Polri, khususnya Brimob.

Salut buat TNI.

TNI borong emas di lomba tembak internasional

Ini rahasia kehebatan TNI terus jadi juara dunia menembak

Melatih konsentrasi di kompetisi menembak 300 meter di Swiss

Sudah latihan 8 jam sehari, tentara AS tak berkutik lawan TNI

Petembak TNI AD berlaga di Filipina, rebut 13 medali emas

(mdk/tyo)

TOPIK TERKAIT