Farhat Abbas Klaim Kantongi Izin Petugas Ambil Video Galih Ginanjar dalam Rutan

PERISTIWA | 6 Agustus 2019 14:11 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Farhat Abbas klaim telah mendapatkan izin dari petugas untuk mengambil video Galih Ginanjar saat ia besuk dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

"Jadi gini, itu sudah dapat izin, ibu-ibu polisi saya mau ambil rekaman untuk minta maaf. Sudah diizinkan kok," kata Farhat saat dihubungi, Selasa (6/8).

Kini, video tersebut menuai polemik lantaran dinilai melanggar SOP saat membesuk tahanan. Imbasnya, Galih Ginanjar yang tengah tersandung kasus 'Ikan Asin' dipindahkan ke sel isolasi dan tidak diizinkan dibesuk.

"Setelah saya pulang, katanya orang ini (Galih) dimasukin ke sel tikus. Sekarang gara-gara muncul lagi, mau dihukum lagi, ini kedzaliman kepada tahanan Polda Metro Jaya. Kita akan laporkan ke Kapolri dan propam. Yang saya lakukan itu bukan untuk kepentingan lain, tapi hanya untuk kepentingan memaafkan, bukan eksploitasi kepolisian," tegasnya.

"Jadi Barnabas (Direktur Tahanan dan Barang Bukti) ini akan kita laporkan, dia dzalim, malah mengumumkan, malah seolah-olah beradu dan berperang opini dengan saya," sambungnya.

Ia menegaskan, kalau dalam merekam video itu Galih tak memegang handphone. Bahkan, Farhat menilai kalau Barnabas telah mempermalukan dirinya.

"Kan di sana ada CCTV, ada polisinya kan. Memang sempat ditegur tapi saya kan sudah minta izin, ini untuk kepentingan itu doang. Jadi kalau dia (Barnabas) mempermalukan saya, saya bisa laporkan mereka, dzalim. Bilang saja besok saya laporkan Barnabas ke propam," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video postingan di akun Instagram milik Farhat Abbas yang berisikan permintaan maaf Galih Ginanjar saat berada di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Permintaan maaf itu terkait dirinya ditetapkan tersangka atas kasus 'Bau Ikan Asin'.

Terkait video itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengunjung dilarang membawa apapun termasuk handphone. Bila ketahuan, penghuni rutan diancam kena hukuman.

"Di SOP tidak diperbolehkan membawa hp. Kalau ada melanggar bisa berakibat kepada tahanan itu sendiri seperti tidak boleh dibesuk selama 1 Minggu," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (6/8).

Atas hal ini, polisi memberikan sanksi kepada Galih yakni dilarang menerima pengunjung selama 1 Minggu.

"Menurut informasi Dir Tahti, Galih sudah diberikan sangsi tidak boleh dibesuk selama 1 Minggu," tegas Argo.

Baca juga:
Video Minta Maaf Disebar Farhat Abbas, Galih Ginanjar Dipindah ke Sel Isolasi
Dituding Permalukan Galih, Rey, dan Pablo, Begini Penjelasan Farhat Abbas
Kata Farhat Abbas, Trio 'Ikan Asin' yang Dipenjara Kini Sudah Ikhlas
Gara-gara Video Minta Maaf dari Penjara, Galih 'Ikan Asin' Disanksi Polisi
Farhat Abbas: Kita Sudah Teriak Minta Maaf, Pihak Sebelah Gak Ada Empati Bijak
Galih Ungkit Jasa Merawat A Rafiq, Kakak Fairuz Sebut Itu Sudah Kewajiban Otong

(mdk/rhm)