Fatima, buruh pabrik yang kini menderita karena kanker ovarium

PERISTIWA | 10 April 2015 11:06 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Fatima (50), buruh pabrik asal Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, kondisinya sungguh memprihatinkan. Istri dari Taufik (55) yang dikenal pekerja keras ini, kini tubuhnya kurus kering dan kondisinya lemah karena menderita kanker ovarium.

Fatima hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil memandang langit-langit rumahnya yang sangat sederhana. Sejak kondisinya kian memburuk, dia diboyong ke rumah menantunya tidak jauh dari rumahnya agar mudah mendapat perawatan.

Kata Irmania, anak perempuan Fatima mengatakan kalau ibunya awalnya mengalami kista sejak setahun yang lalu. Kemudian sempat dioperasi di rumah sakit Sanglah.

Pasca operasi, Fatima tampak sehat dan gemuk, bahkan masih bisa bekerja di pabrik Pengambengan dan jadi buruh cetak bata merah. Namun tiga bulan kemudian dia kembali drop dan sakit. Sehingga dia dirawat di RSU Negara. Bahkan sampai dua kali sempat dirawat dan keluar rumah sakit terakhir tiga minggu yang lalu.

"Kalau penyakitnya kumat, ibu pasti mengalami pendarahan dari duburnya. Nafsu makannya juga berkurang. Hanya mau makan dua sendok saja tiap harinya," tutur Irmania.

Menurut Irmania, ibunya sering mengalami diare dan sulit berhenti. Ibunya juga sudah sering donor darah.

"Sekarang ibu saya rawat di rumah saja karena tidak punya uang. Padahal sudah dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit sanglah," ujarnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta yang sempat mengunjungi Fatima, Kamis pagi mengatakan jika dilihat dari hasil pemeriksaan lab, ibu Fatima mengalami kanker ovarium.

"Memang pilihannya apakah dirawat saja ataukah di kemo, memang kalau di kemo juga ada risikonya kondisinya drop," tandasnya. Namun pihaknya berharap agar Ibu Fatima juga tetap perlu di-support untuk tetap semangat. (mdk/hhw)

Cerita mengejutkan pemilik Porsche, sekarang jadi gelandangan

Miris, hidup di tengah Kota Bekasi Mbok Niti makan nasi aking

Tak dirawat keluarga, nenek ini tiga tahun minum air hujan

Cerita nenek renta idap kanker kulit, tak masuk daftar warga miskin

Ditelantarkan keluarga, nenek ini jadi 'manusia gua'

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.