Ferdy Sambo Jadi Tersangka, LPSK Nilai Kasus Brigadir J Sudah di Jalur yang Benar

Ferdy Sambo Jadi Tersangka, LPSK Nilai Kasus Brigadir J Sudah di Jalur yang Benar
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar
NEWS | 11 Agustus 2022 21:26 Reporter : Rahmat Baihaqi

Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat sudah berada di jalur yang benar. Termasuk kejanggalan tiba-tiba ada Laporan (LP) tentang percobaan pembunuhan.

"Kan LP yang percobaan pembunuhan yang diterbitkan oleh Polres Jakarta Selatan itukan LP A. Artinya patut dipertanyakan tuh, motif membuat LP A tentang percobaan pembunuhan itu," ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat dihubungi (11/8).

Laporan Model (LP) A merupakan laporan yang dibuat anggota polisi yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi.

Edwin mengaku dirinya heran karena LP A yang diterbitkan adalah percobaan pembunuhan. Padahal yang seharusnya adalah laporan mengenai adanya orang yang tewas. "Karena itu nyata fakta tak terbantahkan," ungkap Edwin.

"Yang dua dugaan, yang ini sudah tidak diragukan lagi ini orang mati karena dibunuh, kenapa dibunuhnya itu soal lain," tambahnya.

Lebih lanjut, kasus pembunuhan berencana yang sempat menjadi misterius bahkan mendapat atensi Presiden Jokowi dan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurut Edwin, kasus yang serupa tidak semestinya harus menunggu pernyataan dari pihak pemerintahan.

"Kalau semuanya harus presiden berkomentar dulu, harus Menko Polhukam mendorong dulu, waduh kerjaan Presiden sama Menko Polhukam urusin kasus saja," tutur Wakil Ketua LPSK.

2 dari 2 halaman

Meskipun demikian, Edwin turut mengapresiasi karena berkat presiden dan Mahfud, kasus yang kerap membuat publik bertanya-tanya dapat menjadi jelas.

"Tetapi, rasanya mesin penggerak dari kasus ini kembali ke relnya itu adalah presiden dan Menko Polhukam," imbuhnya.

Mengingat kembali, Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ditetapkan menjadi tersangka kematian Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ferdy Sambo memberikan perintah untuk menghabisi Brigadir J. Sambo pun dijerat pasal pembunuhan berencana.

"Berdasarkan peran dijerat Pasal 340 subsider 338 Jo 55 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun," kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto di Mabes Polri, Selasa (9/8).

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Irjen Ferdy Sambo langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Saat ini, Ferdy Sambo masih ditempatkan di lokasi khusus di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

"Sekarang posisi FS ada di Mako Brimob ditempatkan di tempat khusus. Nanti akan dilakukan penahanan setelah ada pemeriksaan dari timsus," kata Sigit. (mdk/eko)

Baca juga:
Pengakuan Ferdy Sambo di Meja Penyidik
Usai Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J, Penyidik Polda Metro Dibawa ke Mako Brimob
Kemarahan dan Emosi Ferdy Sambo
Diduga Langgar Etik Kasus Brigadir J, Polisi Ditempatkan Khusus Bertambah jadi 12
Ini Pengakuan Ferdy Sambo soal Motif di Balik Rencana Pembunuhan Brigadir J
Irjen Ferdy Sambo Marah Usai Istri Lapor Kejadian di Magelang
Usai Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J, 1 Penyidik Polda Metro Dibawa ke Mako Brimob

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini