Ferdy Sambo Langsung Ditahan Kejagung, Upaya JPU Percepat Sidang Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo Langsung Ditahan Kejagung, Upaya JPU Percepat Sidang Kasus Brigadir J
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Kejagung. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 5 Oktober 2022 23:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Hibnu Nugroho mengatakan pelimpahan berkas tahap dua Ferdy Sambo dan kawan-kawan ke Kejaksaan Agung menandai selesainya tugas Polri dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Tugas Polri sudah selesai karena tersangka sudah dilimpahkan ke Kejagung," kata Hibnu di Jakarta, Rabu (5/10).

Sebagaimana diketahui, tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan perkara menghalangi proses keadilan atau obstruction of justice yang melibatkan tersangka Ferdy Sambo, mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, dan kawan-kawan telah dilimpahkan ke Kejagung.

Selanjutnya, kata Hibnu, jaksa akan membuat surat dakwaan untuk para tersangka. Surat dakwaan tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk tahap persidangan.

"Jaksa akan membuat surat dakwaan untuk mendakwa para terdakwa apakah 430, 338, apakah bentuknya alternatif atau kumulatif," jelasnya.

Meski ada kekhawatiran, dia menyakini jaksa tidak akan bisa diintervensi atau tidak akan 'masuk angin dalam menuntut para terdakwa. Menurutnya, jaksa-jaksa yang bakal dipilih oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menangani kasus Ferdy Sambo dan kawan-kawan memiliki integritas serta objektivitas.

"Jaksa-jaksanya berintegritas, objektif, tidak perlu khawatir karena jaksa agung sudah memilih jaksa terbaik sehingga bisa mengawal kasus ini sampai tuntas," katanya.

Terakhir, upaya jaksa penuntut umum (JPU) yang menahan langsung Ferdy Sambo dan tersangka lainnya itu merupakan upaya mempercepat persidangan.

"Karena sudah kewenangan Kejagung, maka Jaksa Agung punya kewenangan penahanan dalam rangka mempercepat persidangan," ujar Hibnu Nugroho.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan mempercepat penyusunan surat dakwaan terhadap tersangka pembunuhan berencana dan Obstruction Of Justice atau menghalangi penyelidikan kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Surat dakwaan itu dikebut seiring para tersangka yaitu Ferdy Sambo Cs diserahkan ke jaksa untuk dilakukan penahanan.

"Kami sesegera mungkin melimpahkan paling lambat Senin sudah dilimpahkan ke pengadilan," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana saat konferensi pers di gedung Kejagung, Rabu (5/10).

Fadil mengatakan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini terus memperbaiki dan mengoreksi surat dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Jakarta Selatan. Fadil menegaskan surat dakwaan itu masih diteliti tim JPU agar persidangan berjalan baik.

"Sesegera mungkin kami limpahkan ke pengadilan karena kami ingin perkara ini segera mendapatkan keadilan dan kepastian hukum sehingga tidak menunda nunda dakwaan ke pengadilan," ujar dia. (mdk/ded)

Baca juga:
Ferdy Sambo Pasang Badan untuk Putri Candrawathi
Penyidik Bareskrim Serahkan Barang Bukti Kasus Brigadir J ke Kejagung
Pengacara Siapkan Saksi Kejutan di Sidang, Agar Bharada E Bebas
Pengacara Putri Candrawathi: Tak Adil Jika Tidak Bersalah Ikut Dihukum
Ferdy Sambo Minta Maaf, Ayah Brigadir J: Proses Hukum Dulu Baru Bicara Maaf-Maafan
Jaksa Pastikan Tak Beri Perlakuan Khusus Bharada E Meski Dilindungi LPSK

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini