Festival buah di Banyuwangi, warga berebut durian

Festival buah di Banyuwangi, warga berebut durian
Festival buah Banyuwangi. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 28 Maret 2015 13:01 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tak hanya kaya budaya dan destinasi wisata, tapi juga kaya produk buah lokal yang cukup segar, membuat 'ngiler' para penikmat buah. Produktivitas unggulan hasil pertanian di Bumi Blambangan, juga menjadi bidang garap Bupati Abdullah Azwar Anas untuk memacu perekonomian masyarakat, sekaligus menarik minat wisatawan datang ke Banyuwangi.

Hari ini, Sabtu (28/3), Pemkab Banyuwangi tak hanya menggelar Festival Kuliner Sego Tempong di Taman Blambangan, tapi juga menggelar Festival Buah Lokal hingga 3 April mendatang.

Ada yang menarik di acara festival ini, ribuan masyarakat dan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara memadati area festival. Selain menikmati buah, mereka juga berebut buah-buahan. Bahkan kulit buah durian yang penuh duri-duri lancip tak menjadi penghalang, meski melukai tangan mereka.

Situasi itu terjadi, ketika bupati membuka festival dan mencicipi buah durian merah di pintu masuk area, usai secara simbolis menyerahkan traktor. Kemudian, Anas membagikan buah durian merah ke wartawan.

Tanpa diduga, tiba-tiba warga yang bejibun di lokasi menyerbu puluhan durian dan buah naga yang menjadi maskot serta dipajang di pintu masuk. Mereka berebut bersama wartawan.

Selain buah durian, beberapa jenis buah-buahan lokal juga ikut meramaikan festival tahunan itu. Di antaranya, buah naga, jeruk, manggis, pisang, melon semangka, pepaya dan produk holtikultura lainnya, termasuk sayuran.

"Festival ini sengaja kami gelar untuk menunjukkan kepada masyarakat betapa banyak potensi buah lokal yang dihasilkan dari Banyuwangi. Betapa besar produktivitas buah Banyuwangi, ayo budayakan gemar makan buah," kata Anas.

Di katakan Anas, dari sekian produk holtikultura unggulan di Banyuwangi, buah naga dan durian menjadi salah satu buah primadona. "Buah naga Banyuwangi memiliki kualitasnya baik dan produksinya melimpah. Apalagi buah naga tidak memiliki musim panen tertentu, buah naga akan terus berproduksi," katanya.

Bahkan, lanjut dia, ada yang panen setiap minggu. Dari tahun ke tahun, produktivitas buah naga selalu mengalami peningkatan. Tahun 2012 produksi buah naga Banyuwangi mencapai 12.936 ton dan meningkat 16.631 ton di tahun 2013. Kemudian Tahun 2014 meningkat secara signifikan 28.819 ton.

Selanjutnya buah durian. Buah dengan kulit berduri ini, banyak ditemui di kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu, terutama di daerah Kalipuro, Glagah, Songgon dan Sempu. Selain durian biasa, yang paling terkenal di Banyuwangi adalah durian merah yang kini diburu oleh pencinta durian dari berbagai kota di Indonesia.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Holtikultra Kabupaten Banyuwangi, Ikrori Hudanto, selain meningkatkan nilai jual dan keuntungan pedagang buah, festival ini digelar sebagai ajang belajar melayani pembeli dengan penyiapan packaging (kemasan) yang baik.

"Ini untuk memberi nilai tambah (value added) dan harga jual. Selama ini pembeli hanya melayani pembeli dengan hanya menggunakan tas kresek plastik. Jika dikemas dengan apik, maka oleh-oleh tadi bisa menjadi buah tangan yang semakin istimewa," katanya. (mdk/hhw)

Membeku, sungai di Rusia ini berubah jadi arena pacuan kuda

Ribuan orang serbu Thailand untuk dapatkan tato suci biksu

Serunya nonton turnamen gulat anjing di Festival Lentera di China

Aksi ekstrem biksu di Jepang berdoa di atas bara api

Warga Solo makan jenang bersama, pecahkan rekor MURI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami