Festival Gandrung Sewu, Datangkan Wisatawan Hingga Lariskan Pedagang Makanan

PERISTIWA » BANYUWANGI | 12 Oktober 2019 20:17 Reporter : Mohammad Ulil Albab

Merdeka.com - Festival Gandrung Sewu yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (12/10) tampak dipadati ribuan orang untuk menyaksikan atraksi tari dari 1350 penari gandrung. Event ini tampak memberikan cipratan ekonomi dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan hingga larisnya pedagang penjual makanan.

Salah satu pedagang di Pantai Boom, Henry Kurniawan (34) mengaku mendapatkan omzet hingga dua kali lipat di hari-hari akhir pekan pada biasanya. Henry sampai kewalahan melayani pelanggannya yang datang membludak, saat pagelaran Gandrung Sewu.

"Hari biasa omset 600-700 itu sehari full, ini belum setengah hari udah tembus Rp 700 ribu," kata Henry yang membuka kedai di antara banyak pedagang yang lain.

©2019 Merdeka.com

Event Gandrung Sewu, memang mampu memikat kunjungan wisatawan. Pada event berbasis seni budaya ini, berhasil memikat kalangan komunitas fotografer dari berbagai daerah untuk datang mengabadikan pagelaran Gandrung Sewu.

Muhammad Taufik (52), salah satu penghobi fotografi asal Jakarta datang ke Banyuwangi bersama 10 temannya sejak Jumat (10/10). Menurut Taufik di kalangan komunitas fotografi, event Gandrung Sewu sudah tidak asing lagi, dan dirinya tertarik untuk langsung datang, melihat dan memotret untuk pertama kalinya.

"Kita dari komunitas foto, saya tertarik dengan tari kolosal seperti ini, berjumlah massal dan tidak menyangka sebagus ini, tahun depan ingin datang lagi saya," ujarnya.

Tidak hanya memotret pagelaran Gandrung Sewu, Taufik dan teman-temannya juga bakal mendatangi sejumlah destinasi pariwisata di Banyuwangi.

"Ada lima destinasi yang bakal saya kunjungi, namanya tidak hafal. Saya menginap di hotel Illira dan baru balik ke Jakarta besok malam," kata Taufik.

©2019 Merdeka.com

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuar Bramuda mengatakan, sepekan sebelum pagelaran Gandrung Sewu hotel-hotel sudah mulai penuh. Apalagi pada hari ini, di Banyuwangi tidak hanya digelar event Gandrung Sewu yang sudah masuk calendar of event Kemenpar, namun juga ada event Ngopi Sepuluh Ewu dan Meras Gandrung.

"Selama festival Ngopi 10 Ewu berlangsung, ribuan cangkir kopi dengan motif yang sama akan tersaji di sepanjang jalan utama Desa Kemiren. Kopi yang sengaja dihidangkan warga setempat itu sebagai perlambang sambutan hangat warga Kemiren kepada tamu pengunjung," kata Bramuda.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Gandrung Sewu tidak hanya digelar untuk mendatangkan wisatawan, namun juga menguatkan nilai gotong royong.

©2019 Merdeka.com

"Pengembangan pariwisata kami kembangkan berbasis budaya dan ekostourism bersama masyarakat Banyuwangi. Sektor kreatif dan pariwisata menjadi cara untuk menguatkan ekonomi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gandrung Sewu," kata Anas saat menyampaikan sambutan.

Sejak Banyuwangi Festival digelar tahun 2011, termasuk Gandrung Sewu, jumulah kunjungan wisatawan masih diangka 491 ribu untuk wisatawan Nusantara dan 12505 untuk wisatawan mancanegara. Kemudian pada tahun 2018, meningkat menjadi 5,2 juta wisatawan Nusantara dan 127.420 wisatawan mancanegara.

Sementara pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi, kata Anas juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. PAda tahun 2010 pendapatan per kapita masyarakat Rp 20,86 juta dan naik menjadi 134 persen di 2018 48,75 juta.

(mdk/hhw)