Firli Bahuri: Semua Aktivitas KPK Sesuai Aturan

Firli Bahuri: Semua Aktivitas KPK Sesuai Aturan
PERISTIWA | 18 Januari 2020 07:30 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Tim Hukum PDIP terdiri dari I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera bertemu dengan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menyatakan ingin mengajukan laporan tanpa menjelaskan secara detail.

Selain menemui Dewan Pengawas, tim hukum PDIP juga bertemu dengan KPU dan Dewan Pers. Tim hukum ini bertugas menghadapi berbagai framing dalam kasus dugaan suap pengurusan penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih yang menjerat Harun Masiku dan eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Ketua KPK, Firli Bahuri, menanggapi langkah tim hukum PDIP menemui dewan pengawas. Firli menegaskan seluruh aktivitas yang dilakukan lembaga yang dipimpinnya dalam menangani kasus korupsi sudah sesuai peraturan perundang-undangan.

"Semua aktivitas yang dilakukan oleh kami adalah sesuai peraturan perundang-undangan," kata Firli Bahuri dilansir dari Antara, Sabtu (18/1).

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Buka Tahun Baru Bersama ke-15 tahun 2020 yang diprakarsai Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Gedung Dwi Warna, Kompleks Lemhannas, Jakarta.

1 dari 1 halaman

Firli menambahkan, apabila ada pihak-pihak yang tidak puas dengan kerja KPK dan ingin melaporkan juga sudah diatur oleh perundang-undangan.

"Kalaupun ada yang ingin melaporkan, ada Dewas (Dewan Pengawas) KPK," katanya.

Ia menyebutkan seandainya ada pegawai KPK, khususnya, yang mungkin dianggap melakukan kesalahan atau pelanggaran pasti dinilai oleh Dewas KPK.

"Kan ada Dewan Pengawas yang menilai, jadi bukan saya," kata Firli.

Pada Rabu (15/1) malam, DPP PDI Perjuangan membentuk tim hukum untuk menghadapi berbagai framing dalam kasus dugaan suap pengurusan penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih yang menjerat Harun Masiku dan eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Hingga Jumat (17/1) ini, tim tersebut telah menyambangi sejumlah institusi mulai dari KPU, Dewan Pers, hingga melayangkan laporan ke Dewas KPK.

Ketua Tim Kuasa Hukum DPP PDIP I Wayan Sudirta mengatakan, ada tujuh poin yang diadukan ke Dewas KPK, salah satunya terkait kabar adanya penggeledahan atau penyegelan di Kantor DPP PDI-P. (mdk/lia)

Baca juga:
KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan di Bengkalis
Terkait Indikasi Dugaan Korupsi Asabri, KPK Tunggu Audit BPK
Ketua KPK Beberkan Pengembangan Kasus Proyek Jalan di Bengkalis
Bupati Sidoarjo Jalani Pemeriksaan Perdana Pascaditahan KPK
Jika Diminta KPK, Kapolri Akan Minta Bantuan Interpol Buru Harun Masiku
KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Suap Wali Kota Medan di Hotel Swiss-Belinn

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami