Fosil Hasil Temuan di Waduk Saguling Hilang, Warga Kompak Jaga Tulang yang Tersisa

Fosil Hasil Temuan di Waduk Saguling Hilang, Warga Kompak Jaga Tulang yang Tersisa
Tim ITB Ungkap Fosil Hewan Purba di Waduk Saguling. ©ANTARA/HO-Humas ITB
NEWS | 27 Oktober 2021 03:26 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Upaya penelitian fosil yang diduga hewan purba di lokasi wisata Sirtwo Island di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkendala. Penyebabnya, beberapa tulang belulang di kawasan tersebut hilang dicuri.

Pengelola Sirtwo Island, Muhammad Rizky mengaku tidak mengetahui jenis tulang belulang yang hilang. Namun, ia langsung berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan warga setempat untuk mencegah hal ini terjadi. Semuanya memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kawasan, khususnya titik yang terdapat fosil.

"Peneliti menemukan ada sekitar 20 titik koordinat. Saat dikunjungi ulang fosilnya tidak ada. Ada beberapa (titik fosil), ada yang mau di teliliti sama pihak ahli hilang. Saya tidak tahu titiknya di mana," terang dia, Selasa (26/10).

"Responsnya, beberapa yang berpotensi rawan kehilangan di ekskavasi dibawa dijaga, termasuk tulang gajah. Warga juga turut mendukung," ia melanjutkan.

Diketahui, fosil ditemukan tak sengaja oleh warga kemudian diteliti lebih lanjut oleh tim peneliti dari ITB dan UI. Tim dari Prodi Teknik Geologi ITB melakukan pengamatan di sepanjang Pulau Sirtwo. Hasil verifikasi menyatakan bahwa tulang yang ditemukan pada batuan di sepanjang pulau merupakan fosil, bukan hewan yang sifatnya modern atau kontemporer.

Mika Rizki Puspaningrum, dari KK Paleontologi dan Geologi Kuarter, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) menyatakan fosil yang ditemukan berasal dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau dan banteng), Cervidae (kelompok rusa) dan Elepha maximus (gajah).

"Fosil-fosil yang ditemukan di permukaan dan juga yang telah terekspos kemudian diangkat dan disimpan oleh pihak yang berwenang di lokasi," ujar dia.

Survei dilakukan pada dua hari berbeda yaitu Minggu, 10 Oktober dan Jumat, 15 Oktober 2021 yang melibatkan Alfend Rudyawan (KK Geodinamika dan Sedimentologi), Astyka Pamumpuni (KK Geologi Terapan), Sukiato Khurniawan (Dosen Prodi Geologi Universitas Indonesia, Alumni T. Geologi ITB angkatan 2011) dan Alfita Handayani (Dosen T. Geodesi ITB).

Tim yang bekerja sama dengan Museum Geologi ini juga melakukan ekskavasi terhadap tulang kaki depan gajah yang telah terbuka dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Maka dari itu Tim ITB berinisiatif untuk melindungi fosil tersebut dengan cara membungkusnya dengan gips untuk kemudian dapat diangkat dan diteliti lebih lanjut.

"Selain paleontologi, tim juga akan mengembangkan penelitian pada aspek geologi secara menyeluruh, meliputi kajian stratigrafi, umur dan lingkungan purba," jelasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Kerangka Triceratops Raksasa Berusia 66 Juta Tahun Terjual Rp110 M
Wujud Pedang Tentara Salib Berusia 900 Tahun yang Ditemukan di Israel
Pedang Tentara Salib Berusia 900 Tahun Ditemukan di Pantai Israel
Tim ITB Teliti Fosil Hewan Purba di Waduk Saguling
Sejumlah Artefak Ditemukan di Gunung Mas Kalteng
Ini Hasil Rekonstruksi Wajah Tiga Dimensi Mumi Mesir dari 2000 Tahun Lalu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami