Foto Dicatut Prostitusi Online, Cathy Sharon Lapor Polisi

PERISTIWA | 10 Januari 2019 20:32 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Artis Cathy Sharon membuat laporan di Sentra Pelayananan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, yang tercantum dalam nomor laporan LP/180/I/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Laporan tersebut merupakan buntut atas tersebarnya foto Cathy di grup media sosial WhatsApp.

Pengacara Cathy, Sandy Arifin mengatakan, foto kliennya tersebar di grup WhatsApp, di mana wajah Cathy dengan badan orang lain. Dalam foto tersebut, memperlihatkan wajah Cathy sedang mengenakan pakaian tak senonoh.

"Dua hari lalu beliau menghubungi saya tentang adanya web atau link yang ada di grup WA. Mungkin juga ada di grup sekolah teman-teman anaknya Cathy. Ibu-ibu mereka menghubungi Cathy karena ada foto Cathy dengan badan orang lain dan mengenakan baju dalam, intinya tidak sopan dan masuk kategori UU pornografi dan UU ITE," kata Sandy di lokasi, Kamis (10/1).

Dalam hal ini, Sandy menegaskan, kalau foto itu bukanlah kliennya namun editan. Dirinya melanjutkan, jika pihaknya melapor ke polisi guna mencari aktor intelektual yang mengedit dan menyebarkan foto tersebut.

"Kalau untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan. Nanti biar yang menentukan dari pihak penyidik. Setelah kita menghadirkan Cathy sebagai saksi pelapor dan saksi yg kita hadirkan ada 2 dari manager Cathy, yakni Ulung dan Icha," ujar Sandy.

Sementara itu, Cathy mengaku kaget saat sejumlah orang bertanya pada dirinya perihal tersebarnya foto tersebut. Saat itu ada yang menghubungi dirinya dan mengirim foto beserta link untuk mengakses foto tak senonoh itu. Bagi Cathy, hal tersebut telah menggangu kehidupan sosialnya.

"Saya pikir asumsi publik yang tak mengenal saya pasti bisa menduga hal yanf tak baik tentang saya. Oleh sebab itu saya keberatan dan buat laporan. Disini saya hanya menjaga jejak digital saya. Saya bukan hanya artis dan publik figur saja. Saya juga seorang ibu. Apalagi sekarang kita juga tahu payung hukumnya sudah ada, sudah jelas dan kita juga bisa terlindungi dengann itu. Di sini saya melakukan hak saya sebagai warga negara Indonesia dan melaporkan insiden ini," pungkasnya.

Atas laporan itu, pelapor yang masih dalam lidik terancam tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau mendistribusikan konten asusila dan atau pornografi sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 dan pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE, dan atau pasal 4 Jo pasal 29 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Baca juga:
2 Muncikari Akui Banyak Artis Menawarkan Diri Masuk Dunia Prostitusi
Alasan Adik Sakit, Vanessa Angel Tak Hadir Wajib Lapor ke Polisi
Nilai 15 Kali Transaksi Keuangan Vanessa Angel dengan Muncikari ES Jumlahnya Variatif
Selama Setahun, Vanessa Angel 15 Kali Lakukan Transaksi dengan Mucikari ES
Diduga Jaringan Besar, 2 Muncikari Prostitusi Artis Kembali Diburu

(mdk/ded)