Foto Syur Ibu Menyebar di Sekolah, Anak SMP di Tasikmalaya Trauma

Foto Syur Ibu Menyebar di Sekolah, Anak SMP di Tasikmalaya Trauma
PERISTIWA | 28 September 2020 21:31 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang siswa salah satu SMP di Kabupaten Tasikmalaya mengalami trauma usai mendapatkan kekerasan verbal. Hal itu terjadi setelah foto-foto syur ibunya menyebar di kalangan guru hingga teman-teman sekolahnya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengaku bahwa awalnya pihaknya menerima laporan adanya seorang anak di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya mengalami kekerasan verbal.

"Korban mengalami trauma lantaran foto-foto ibunya yang tanpa busana tersebar ke teman-teman sekolah dan gurunya. Karena malu, korban bersama keluarga melaporkan hal itu ke kami," ujarnya, Senin (28/9).

Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari ibu korban berinisial VA (32), saat bekerja di Jakarta menjalin hubungan dengan seorang lelaki berinisial AF (30). Selama berpacaran, ibu korban diketahui sering melakukan panggilan video dengan pacarnya tanpa menggunakan busana.

"Rupanya adegan-adegan tersebut disimpan oleh AF. Dan dalam prosesnya, hubungan tersebut tidak berjalan mulus karena setelah berhubungan beberapa bulan ibu korban putus dengan pacarnya," jelas Ato.

Saat putus, AF diduga menyebarkan foto-foto yang disimpannya kepada teman dan guru anak VA. Diduga, motif AF melakukan hal tersebut karena dendam terhadap ibu korban.

"Akibat aksi AF itu, anak VA mengalami trauma. Kita mendampingi korban untuk membuat laporan di Polresta Tasikmalaya," ungkapnya.

KPAID Tasikmalaya, disebutnya akan mendampingi korban selama menjalani proses hukum. Selain itu juga, korban pun akan didampingi pihaknya untuk melakukan trauma healing akibat perbuatan yang sudah dilakukan oleh FA. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami