FSGI: Pembelajaran Jarak Jauh Terbaik Jika Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi

FSGI: Pembelajaran Jarak Jauh Terbaik Jika Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi
PERISTIWA | 28 Mei 2020 22:10 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah memperpanjang metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), termasuk akan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2020/2021 pada Juli nanti. Usulan FSGI itu melihat kondisi penyebaran Covid-19 masih tinggi.

"Jika kondisi penyebaran Covid-19 masih tinggi, sebaiknya opsi memperpanjang metode PJJ adalah yang terbaik. Mesti dipahami juga bahwa, perpanjangan pelaksanaan PJJ tidak akan menggeser Tahun Ajaran Baru 2020/2021 artinya Tahun Ajaran Baru tetap dimulai pertengahan Juli, seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Wasekjen FSGI Satriwan Salim pada keterangan tertulisnya, Kamis (28/5).

Satriawan mengatakan, bahwa pilihan PJJ harus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan sehat, karena keselamatan dan kesehatan siswa dan guru menjadi prioritas utama. Dia mencontohkan kasus-kasus seperti di Perancis, Finlandia, Korea Selatan, dan lainnya. Guru dan siswa jadi korban positif Covid-19 setelah sekolah dibuka (diaktifkan) kembali setelah pandemi.

"Agar kondisi benar-benar aman dan sehat, maka opsi yang patut dipilih Kemdikbud dan Kemenag adalah dengan memperpanjang masa PJJ selama 1 semester ke depan sampai akhir Desember, atau setidaknya sampai pertengahan semester ganjil, akhir September nanti," ujarnya.

Hal ini bertujuan, lanjut Setriawan, supaya sekolah benar-benar bersih dan terjaga dari sebaran Covid-19 hingga data penyebaran virus Corona melandai.

Terkait opsi perpanjangan PJJ, Satriawan menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan pada segala aspek, seperti jaminan akses internet dan gawai (handphone) yang tidak dimiliki semua siswa.

"Perbaikan dalam pengelolaan PJJ yang terkait dengan kompetensi guru. Maka Kemdikbud dan Kemenag wajib membuat evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ yang sudah dilaksanakan selama 3 bulan ini demi perbaikan PJJ ke depan," katanya.

Beda Topik Tahun Ajaran Baru dan Opsi Buka Sekolah

Lebih jauh, Satriawan menyoroti Tahun Ajaran Baru 2020/2021 di Juli nanti dan membuka sekolah adalah dua topik yang berbeda. Menurutnya, Tahun Ajaran Baru 2020/2021 tetap dimulai pada Juli, tetapi opsi membuka sekolah aktif kembali tidak harus dilakukan pada pertengahan Juli.

"Oleh karena itu usulan agar tahun ajaran baru diundur ke Januari 2021 akan berisiko dan berdampak besar terhadap, sistem pendidikan nasional, eksistensi sekolah swasta, pendapatan dan kesejahteraan guru swasta, psikologis siswa, dan sinkronisasi dengan Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Pemerintah Diminta Fokus Belajar Daring Ketimbang Kembali Sekolah di Tengah Pandemi
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Tidak Dimundurkan
Sekolah Mau Dibuka, Federasi Guru Ingatkan Kebijakan Jangan Bikin Bingung
Dinas Pendidikan DKI Tegaskan Belum Ada Keputusan Sekolah Dibuka pada 13 Juli
DPRD DKI: New Normal Untuk Kepentingan Ekonomi, Bagaimana dengan Pendidikan?

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5