Gajah Sumatera Mati di Wilayah Konsesi Tanaman Industri Riau

PERISTIWA | 19 November 2019 23:33 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menemukan satu ekor Gajah Sumatera mati di wilayah konsesi hutan tanaman industri PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Informasi kematian gajah sumatera diterima oleh BBKSDA Riau pada 18 November 2019 pukul 11.45 WIB. Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan di Petak SBAD 401 B-01 di Distrik Duri II Konsesi PT Arara Abadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis.

Penemuan gajah mati itu pertama kali dilaporkan oleh pengawas tebang setelah mendapat informasi dari pekerja mengenai bau menyengat. Setelah dicek ternyata berasal dari bangkai gajah.

Lokasi kematian gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tersebut berada di daerah kantong gajah Giam Siak Kecil-Balai Raja yang menurut hasil survei dan monitoring dihuni sekitar 40 gajah liar.

Sebagian besar populasi Gajah berada di wilayah konsesi PT Arara Abadi yang merupakan hutan tanaman industri dengan jenis tanaman eucalyptus dan akasia.

"Saat ini sebagian petak pada konsesi tersebut dilakukan kegiatan pemanenan," ujar Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro di Pekanbaru.

Setelah mendapat laporan, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim yang terdiri atas dokter hewan dan pawang gajah untuk melakukan pemeriksaan secara detail atau nekropsi.

"Hasil nekropsi kita masih menunggu tim di lapangan," kata Heru.

BBKSDA Riau juga berkoordinasi dengan Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan Wilayah Sumatera dan menurunkan tim untuk mengumpulkan keterangan terkait kematian gajah sumatera di wilayah konsesi di Bengkalis.

Heru mengatakan pihaknya sudah memberangkatkan 11 orang petugas. "Enam orang dari tim dokter hewan dan 5 orang dari Balai Gakkum (Penegakan Hukum) KLHK Wilayah Sumatera," ucapnya.

Tim medis itu terdiri dari dokter hewan dan pawang gajah. Mereka akan melakukan pemeriksaan bedah bangkai atau nekropsi. Itu dilakukan untuk melakukan identifikasi dan penyebab awal kematian. Namun Heru belum mengetahui jenis kelamin gajah, usia dan penyebab kematian gajah itu.

"Karena kita masih menunggu tim di lapangan, petugas masih bekerja," kata Heru.

1 dari 1 halaman

Belum Diketahui Penyebab Kematian Gajah

Pihak perusahaan membenarkan ada gajah mati di areal konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, Riau. Namun belum diketahui penyebab kematian satwa berbelalai panjang itu.

"Iya benar ada gajah ditemukan mati di kawasan kita," ujar Public Relations PT Arara Abadi, Nurul Huda saat dikonfirmasi merdeka.com melalui pesan singkatnya, Selasa (19/11).

Nurul menceritakan, awalnya bangkai gajah itu ditemukan oleh karyawan harvesting atau yang bertugas panen bubur kertas di perusahaan itu. Gajah ditemukan mati pada Senin (18/11).

Sesuai prosedur yang dimiliki perusahaan, karyawan yang bertugas melaporkan kepada pimpinan PT Arara Abadi agar dapat ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak BBKSDA Riau untuk penanganan selanjutnya.

"Penyebab dan penanganannya serta autopsinya diserahkan kepada pihak BBKSDA dengan baik dibantu alat berat dari kita, untuk penguburan gajah yang tewas tersebut," ucap Nurul.

Nurul menyebutkan, pihak perusahaan anak Sinarmas Group itu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak BBKSDA untuk menyelidiki kematian hewan bertubuh bongsor tersebut. (mdk/noe)

Baca juga:
Jual 97 Satwa Dilindungi, 2 Warga Balikpapan Ditahan
Usai Tewaskan Petani, Harimau Sumatera Terkam Seekor Kambing
Petani Kopi di Lahat Tewas Diserang Macan Tutul
Lagi Kemping, Wisatawan Gunung Dempo Pagaralam Diserang Harimau
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap Cari Harimau Sumatera di Taman Nasional Zamrud
Saat Gajah Sumatera Ikut Upacara Hari Pahlawan