Gaji guru SD bekas Obama sekolah di Menteng dipotong akibat menyusui

Gaji guru SD bekas Obama sekolah di Menteng dipotong akibat menyusui
PERISTIWA | 24 Februari 2015 00:03 Reporter : Mustiana Lestari

Merdeka.com - Guru bahasa inggris Maria Theresia Indra Anita mendapat perlakuan tidak adil di tempatnya mengajar di SD Asisi Menteng Dalam, Tebet, Jakarta. Sekolah bekas Obama mengenyam pendidikan ini, memberikan sanksi kepada Maria karena mangkir acara sekolah dan memilih menyusui anaknya yang sedang demam.

"Situasi bayi saya saat itu berusia 11 bulan dan dalam keadaan kurang baik, kesulitan tidur dan makan. Awalnya sempat mendapat izin untuk tidak ikut Retret dan boleh merawat bayi. Kemudian saya diberikan tugas pengganti membantu tata usaha sekolah. Tetapi setelah rapat yayasan Kepala Sekolah SD Asisi Susanty Purba menyampaikan penolakan dan ujung-ujungnya saya diberikan SP-1 olehnya dan disahkan ketua yayasan," kata Maria dikutip Antara, Senin (23/2).

Realisasi Surat Peringatan (SP1) ini adalah pemotongan gaji yang ditetapkan oleh pihak yayasan Pendidikan Santo Fransiskus Asisi. Padahal Maria telah menjelaskan kepada pihak sekolah dan meminta dispensasi untuk menjaga anaknya yang sakit. Dia pun merasa dirugikan oleh keputusan sekolah tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum Maria Aluisius Sulistyo mengatakan SP1 itu cacat hukum. Salah satu alasannya, aturan yayasan yang diberlakukan kepada Maria merujuk pada tahun 2006. Padahal surat peringatan dibuat pada 2014.

"Hal ini tidak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan pasal 111 ayat 3 UU No.13 tahun 2003 tentang masa berlakunya peraturan perusahaan dengan paling lama dua tahun wajib diperbaharui setelah selesai masa berlakunya. Aturan SP-1 itu merujuk tata tertib tahun 2006," kata Aluisius.

Oleh karena itu, Aluisius meminta pihak sekolah mencabut SP1 tersebut dan meminta maaf kepada guru bahasa Inggris ini. Jika tidak, Alusius mengancam akan membawa kasus ini ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk diketahui, Maria bersama guru-guru di SD Asisi memang diwajibkan untuk mengikuti acara sekolah Retret pada 2-4 Oktober 2014 di Wisma PGI, Ciawi, Bogor. Lebih lanjut, sampai saat ini belum ada penjelasan dari pihak sekolah mengenai tata tertib kegiatan dan juga alasan pemberian SP1. (mdk/eko)

Perbaikan mutu pendidikan, Mendikbud ajak publik berpartisipasi

Di Kota Tangerang cuma tiga sekolah siap UN Online

Nestapa guru perbatasan, rela bekerja di kolong rumah & tak dibayar

Pendidikan dan infrastruktur jadi prioritas di forum ekonomi dunia

Tertarik kerja di Prancis? 40 perusahaan ini buka lowongan untuk WNI

Menhan usul bela pemahaman bela negara jadi syarat kelulusan sekolah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami