Gaji telat 2 minggu, puluhan pengojek GrabBike geruduk kantornya

PERISTIWA | 27 Agustus 2015 11:10 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Puluhan tukang ojek Grab Bike mendatangi Kantor Grab Bike yang terletak di Jalan Bendungan Hilir Raya Nomor 134, Jakarta Pusat. Kedatangan ratusan tukang ojek tersebut dipicu gaji yang belum dibayar oleh atasannya.

Salah satu tukang ojek Grab Bike, Sofyan mengaku cashout yang biasa ditransfer ke rekeningnya tidak masuk selama dua minggu. Sebab itu, dia pun langsung mendatangi kantornya untuk meminta penjelasan molornya pembayaran gajinya.

"Cashout biasanya ditransfer. Tapi ini sudah 2 minggu belum masuk-masuk," kata Sofyan kepada merdeka.com di lokasi, Kamis (27/8).

Sesungguhnya Sofyan dapat memahami keterlambatan gaji dari kantornya. Sebab, dia mengakui animo masyarakat yang ingin bergabung dengan kantornya turut menjadi salah satu alasan kantornya menjadi kelimpungan.

"Karena lagi cekak aja kesini," katanya.

Sofyan menjelaskan puluhan tukang ojek yang bernasib sama dengannya itu dijanjikan akan menerima gaji pada pukul 13.00 WIB. Pihak Grab Bike akan memberikan nomor antrean ke para tukang ojek agar dapat tertib saat mengambil gaji. Namun, Sofyan sendiri belum mendapatkan nomor antrean.

"Tahu nih. Masih nunggu," ucapnya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, akibat adanya keramaian dari puluhan pria berjaket hijau ini turut membuat lalu lintas di sekitar lokasi semakin tersendat. Sementara itu, puluhan tukang ojek tersebut tidak ada satupun yang terlihat emosi.

Baca juga:

Berdalih ajak menjadi mitra, bos GO-JEK coba 'bajak' driver GrabBike

Saingi GO-JEK dan Grab Bike, Ahok janji gratiskan angkutan umum

Kesal ulah ojek pangkalan, penghuni Kalibata City bikin petisi

Ini 7 syarat jika GO-JEK, GrabBike dan Uber ingin jadi usaha legal

Persaingan panas GO-JEK vs GrabBike, berujung sentimen RI-Malaysia

Nadiem tegaskan GO-JEK buatan anak bangsa, GrabBike dari Malaysia

Bos GO-JEK: Saya akan tarik driver GrabBike beralih ke GO-JEK

(mdk/gil)