Gandeng Pengusaha Muda, Bupati Jember Maju Pilkada Lewat Jalur Independen

PERISTIWA | 29 Januari 2020 04:33 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Peta politik di Jember jelang pemilihan bupati (Pilbup) 2020, mulai mengerucut. Bupati Jember yang juga kandidat petahana, dr Faida memastikan akan menempuh jalur independen untuk merebut tiket di persaingan Pilbup. Selain itu, Faida juga sudah menentukan pasangannya, yakni pengusaha muda Dwi Arya Nugraha Oktavianto atau yang akrab disapa Mas Vian.

Poster-poster Faida-Vian sudah bertebaran di berbagai penjuru jalan maupun media sosial sejak tiga hari terakhir. Kepastian itu dibenarkan oleh tim sukses Faida yang didapuk menjadi juru bicara pasangan Faida-Mas Vian, Rully Effendi.

"Kesepakatan keduanya baru tercapai kira-kira hampir 1 minggu. Ini sebagai respons dari desakan masyarakat yang menginginkan Ibu Faida kembali maju, termasuk lewat jalur independen," tutur Rully, Selasa (28/1).

Semula, lanjut Rully, Faida ingin kembali maju bersama Kiai Muqit Arief, wakil bupati Jember saat ini. Faida disebut merasa cocok dengan figur Muqit selama berduet hampir lima tahun terakhir. Namun keinginan Faida itu tidak bisa terwujud karena Muqit memutuskan ingin kembali ke habitatnya sebagai pengasuh pondok pesantren.

"Bu Faida sebenarnya sudah kadung jatuh cinta kepada kiai Muqit, karena beliau sosok yang luar biasa bagi Bu Faida. Tetapi kiai Muqit memilih pulang kembali ke pondok pesantren di desanya. Karena sudah terlanjur jatuh cinta, maka dicari sosok yang mirip dengan Kiai Muqit. Dan Mas Vian ini kecenderungan miripnya dengan kiai Muqit lebih tinggi di banding calon lain," terang mantan jurnalis Jawa Pos Radar Jember ini.

Menurut Rully, sosok Vian punya kemiripan dengan kiai Muqit karena dianggap sama-sama jujur dan sederhana. "Mas Vian ini sosok yang jujur, setia dan ganteng. Hari ini masyarakat Jember membutuhkan sosok pemimpin yang milenial. Dan dia masih 35 tahun," ujar Rully.

Sudah jadi rahasia umum di kalangan masyarakat Jember, selama hampir lima tahun terakhir, kebijakan strategis lebih banyak dilakukan oleh Bupati Faida. Adapun Muqit yang berkarakter kalem, cenderung hanya dilibatkan pada seremoni pemerintahan semata.

Terkait hal tersebut, Rully menyebut sudah ada pembagian tugas atau kontrak politik di antara Faida dan Vian. Namun Rully enggan menyebut secara rinci.

"Sudah disepakati soal pembagian tugas, meski ada beberapa hal yang mungkin belum bisa kita publish saat ini. Mungkin karena Mas Vian basic-nya sebagai olahragawan, peningkatan prestasi olahraga Jember bisa menjadi atensi. Bisa saja, tetapi fokus kita saat ini belum ke situ," ujar Rully.

Sosok Vian terbilang pendatang baru dalam dunia politik. Namanya baru beredar di bursa Pilkada Jember sejak beberapa minggu terakhir. Selama ini, alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini lebih dikenal sebagai pengusaha yang menjalankan bisnis konstruksi dan produsen aspal milik keluarganya, dengan bendera CV Sjam.

Usaha keluarga yang dijalankan pria 35 tahun ini banyak mengerjakan sejumlah proyek pemerintah dan swasta. Dalam organisasi bisnis, Vian tercatat sebagai salah satu fungsionaris Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jember.

Di luar aktivitas bisnis, Vian yang merupakan mantan atlet basket SMAN 1 Jember ini juga tercatat sebagai Ketua Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur.

Dengan demikian, Vian dan Faida memiliki kesamaan latar belakang, yakni sama-sama pengusaha yang meneruskan bisnis keluarga. Sebelum menjadi bupati, Faida nyaris tidak pernah bersentuhan dengan politik praktis. Faida mewarisi bisnis rumah sakit peninggalan almarhum ayahanda.

Kondisi ini berbeda dengan majunya Faida dalam Pilkada 2015. Saat itu, Faida menggandeng KH A. Muqit Arief yang berlatar belakang ulama NU.

Terkait kesamaan latar belakang tersebut, Rully optimistis pasangan ini tetap akan meraih dukungan dari masyarakat Jember. "Hitung-hitungan politik itu bukan parameter utama bagi Faida. Yang paling penting, ketika nanti terpilih, wakilnya mampu menjadi penyeimbang bagi Faida," pungkas Rully. (mdk/cob)

Baca juga:
Petahana Maju Pilkada Jember secara Independen karena 'Dimusuhi' Partai
VIDEO: PON dan Pilkada Serentak 2020 Jadi Agenda Rapim TNI-POLRI
Panglima TNI Ingatkan Prajurit Dilarang Berpolitik Praktis di Pilkada 2020
TNI dan Polri Gelar Rapim Terkait Pengamanan Pilkada Serentak
Bakal Cagub Jambi Cek Endra Sebut Bukan Zamannya Pemimpin cuma Duduk di Kantor
PDIP dan Gerindra Sepakat Berkoalisi di Pilkada Depok, Usung Pradi Supriatna

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.