Ganjar Minta Pemerintah Pusat Gunakan Data Real Time Vaksinasi

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Gunakan Data Real Time Vaksinasi
ganjarpranowo. Twitter-ganjarpranowo
NEWS | 3 Agustus 2021 14:25 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terkendala oleh pasokan vaksin dari pemerintah pusat. Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, persoalan ini muncul lantaran acuan data yang digunakan. Dia meminta pemerintah pusat untuk menggunakan data real time yang terdapat pada aplikasi Pcare.

"Karena itu lebih realtime. Nanti kami evaluasi dengan Dinkes dan akan kami usulkan," kata Ganjar di Grobogan, Selasa (3/8).

Dia menjelaskan, dalam vaksinasi Covid-19 terdapat dua aplikasi yang digunakan. Yaitu Smile dan Pcare. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

"Jadi ada dua sistem, Pcare, yakni aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data setelah orang divaksin. Ini yang paling riil. Setiap yang datang, divaksin langsung di-input. Sementara yang dipakai acuan data pusat dari aplikasi Smile. Ternyata butuh waktu lama untuk mengisi ke aplikasi Smile, mulai disuntik, direkap di aplikasi Pcare, baru dilaporkan. Kalau belum di-input di Smile, maka dibaca dan dianggap stok masih banyak," terang Ganjar.

Dia berharap ke depan tidak ada lagi ada ribut-ribut soal perbedaan data. Menurutnya, yang perlu diributkan saat ini adalah seberapa cepat warga divaksinasi.

"Biar energinya tidak dibuang untuk perdebatan yang tidak penting lagi, karena kita bisa memperbaiki itu," jelasnya.

Sebelumnya sejumlah kepala daerah di Jateng protes pada pemerintah pusat terkait ketersediaan vaksin. Sebab, data vaksinasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak sama.

Seperti yang dilakukan Bupati Grobogan yang selalu meminta tambahan vaksin. Namun di data Smile dari pemerintah pusat, stok vaksin di Grobogan masih banyak sehingga tidak dikirim.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo menjelaskan bahwa input data ke aplikasi Smile membutuhkan waktu lama. Data baru di-input setelah direkap dari aplikasi Pcare.

"Itu butuh waktu lama pak, kami tiap hari kalau vaksinasi sudah langsung input ke aplikasi Pcare," kata Slamet Widodo. (mdk/cob)

Baca juga:
Anies: Pengelola Usaha Kena Sanksi Jika Izinkan Masuk Warga Belum Divaksin
Stok Vaksin Covid-19 di Pangandaran hampir Habis, Distribusi Belum Pasti
Indonesia Kembali Kedatangan 500 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm
Anies Sebut Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Kegiatan Tak Bisa Dilakukan Virtual
Kemenkes: Belum Ada Pembahasan Sertifikat Vaksin untuk Akses Tempat Umum
Jerman akan Berikan Suntikan Booster Covid-19 Mulai September

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami