Ganjar Minta RSUD Bung Karno Solo Segera Disiapkan untuk Pasien Corona

Ganjar Minta RSUD Bung Karno Solo Segera Disiapkan untuk Pasien Corona
PERISTIWA | 23 Maret 2020 19:45 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan RSUD Bung Karno milik Pemkot Solo dijadikan cadangan untuk penanganan pasien corona. Sementara rumah sakit rujukan utama tetap RSUD dr Moewardi yang selama ini dikelola Pemprov Jateng.

"RSUD Bung Karno bisa dijadikan backup secara bertahap untuk pasien corona," ujar Ganjar saat melakukan video conference (vicon) dengan 35 Kepala Dinas Kesehatan dan 59 Direktur Rumah Sakit se-Jawa Tengah, Senin (23/3).

Ganjar mengingatkan Solo harus benar-benar siaga, karena posisinya sebagai daerah rujukan. Hal ini perlu tindakan yang ekstra cepat.

"Setelah vicon ini selesai, saya mohon segera ditindaklanjuti segera menyiapkan bed seat di RSUD Bung Karno," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Achmad Purnomo memimpin vicon yang digelar di ruang Natapraja, Komplek Balai Kota Solo. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Ahyani, Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih serta 18 Direktur rumah sakit di Kota Solo.

"Kota Solo sudah menyiapkan 5 rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan lini kedua untuk penanganan pasien Corona. Hal ini untuk membantu RSUD dr Moewardi yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan lini pertama untuk penanganan Corona," ucap Purnomo saat memberikan laporan kepada Ganjar Pranowo.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Solo menyiapkan rumah sakit (RS) khusus yang akan menangani pasien kasus COVID-19. Mengingat jumlah pasien yang dirawat semakin bertambah. RSUD Bung Karno di Kelurahan Mojo, Pasarkliwon disiapkan untuk mendampingi RSUD dr Moewardi yang saat ini menjadi rujukan utama penanganan COVID-19.

Berdasarkan data di situs resmi Pemprov Jateng, corona.jatengprov.go.id hingga Senin pukul 8.20 WIB, ada 26 orang yang masih menjalani perawatan. 17 pasien di RSUD dr Moewardi, 4 di antaranya positif COVID-19, 5 Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RS dr Oen Solo dan 4 PDP di RS Kasih Ibu.

"RSUD Bung Karno kita siapkan menjadi pendamping RSUD dr Moewardi. Di sana kan belum menerima pasien BPJS, jadi belum seramai rumah sakit yang lain," ujar Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy), Senin (23/3). (mdk/noe)

Baca juga:
Hasil Negatif Rapid Test Tak Jamin Tidak Terjangkit Corona
Bisnis Terdampak Virus Corona, Pengusaha Tekstil Tak PHK Karyawan
Kurangi Operasional Kantor Layanan, Bank DKI Imbau Nasabah Transaksi Non Tunai
Bantu Tenaga Medis, Pengusaha Galang Dana Beli Alat Pelindung Diri
Jalan Margonda Depok Disemprot Disinfektan
WHO Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami