Ganjar: Penambahan Pasien Covid-19 2.036 Itu Keliru Kok

Ganjar: Penambahan Pasien Covid-19 2.036 Itu Keliru Kok
PERISTIWA | 2 Desember 2020 01:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait perbedaan data Covid-19. Menurutnya, perbedaan data yang besar antara pusat dan daerah tidak boleh terjadi lagi.

Bahwa data yang dirilis Satgas Covid-19 Pusat pada 29 November yang mengatakan Jateng mengalami penambahan kasus 2.036 adalah keliru.

"Itu datanya salah, data kita hanya 844 kasus, kenapa disampaikan 2036. Saya telpon pak Menkes dan sudah langsung direspon untuk segera diperbaiki. Saya sampaikan juga ke pak Menko Marinvest dan sudah komunikasi langsung dengan Pusdatin Kemenkes serta pak Wiku dari Satgas Covid-19 pusat. Semuanya sepakat, ya memang ada persoalan dalam pengelolaan data. Ini kesempatan kita memperbaiki," kata Ganjar, Selasa (1/12).

Menindak lanjuti atas temuan itu, pihaknya sudah memeriksa kekeliruan data yang disampaikan Satgas Covid-19 pusat dalam rilis pada 29 November itu. Dari pengecekan, ditemukan ada data ganda, ada data delay baru dimasukkan dan lainnya.

"Maka saya sarankan, datanya satu saja, ya pakai New All Record itu. Wis titik nggak pake koma. Tapi ya masih ada data yang sifatnya manual. Yang manual ini kan tidak bisa," ujarnya.

Pemerintah pusat juga diminta menyampaikan rilis sesuai data real time atau data delay. Setiap rilis, harus disampaikan penambahan berapa, data real sekian dan ditambah hasil verifikasi data delay sekian.

"Maka angka itu tidak dibaca pertumbuhan detik itu, tapi hari itu plus akumulasi data delay tadi. Menurut saya, cara ini yang lebih baik," terangnya.

Ganjar tidak memungkiri, bahwa memang terjadi kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah selama beberapa pekan terakhir. Namun kenaikannya tidak setinggi yang disampaikan pusat.

"Bahwa ada lonjakan betul, indikasinya ya karena liburan dan banyak yang pergi ke luar kota. Tapi tidak sebanyak itu. Kan sekarang orang bicaranya pada angka 2.036 itu, tidak. Itu datanya keliru kok," jelasnya.

Terkait adanya lonjakan di Jateng, Ganjar sudah menyiapkan sejumlah skenario. Diantaranya penambahan rumah tempat tidur isolasi maupun ICU di rumah sakit, penambahan rumah sakit rujukan hingga skenario terakhir adalah membuat rumah sakit darurat.

"Ada beberapa skenario yang kami siapkan untuk penanganan itu. Mungkin yang dalam waktu dekat adalah penambahan tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit, optimalisasi tempat isolasi yang ada serta penambahan rumah sakit rujukan. Kalau yang pembangunan rumah sakit darurat, itu skenario terakhir dan saya rasa kalau melihat ini semuanya masih cukup," kata dia. (mdk/fik)

Baca juga:
Penjelasan Kemenkes Kasus Covid di Jateng Sempat Tertinggi: Kekeliruan Laporan Data
Tekan Penularan Covid-19 di Jateng, Luhut Minta Tingkatkan Fasilitas Isolasi Terpusat
Anies Positif Covid-19, Pembahasan Rancangan APBD DKI 2021 Tetap Berjalan
DPR Apresiasi Anies Akui Positif Covid-19 Agar Bisa Lacak yang Pernah Kontak Langsung
Aplikasi Imunisasi Vaksin Covid-19 Ditarget Hadir Akhir 2020
Satu ASN Meninggal karena Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Jember Dites Swab

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami