Ganti Identitas untuk Kabur, Buronan Korupsi Videotron di Kota Medan Ditangkap

Ganti Identitas untuk Kabur, Buronan Korupsi Videotron di Kota Medan Ditangkap
Djohan ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Agung. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
PERISTIWA | 17 Januari 2021 12:22 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengamankan Djohan (49), buronan tersangka tidak pidana korupsi pengadaan Sarana Informasi Massal Tentang Harga Kebutuhan Pokok Secara Elektronik (Videotron) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Tahun 2013.

"Jumat 15 Januari malam, Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil menangkap buronan atau DPO dengan status Tersangka atas nama Djohan di Kawasan Medan Timur," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keteranganya, Minggu (17/1).

Leonard mengatakan bila Djohan merupakan tersangka tindak pidana korupsi kasus Videotron dengan total anggaran sebesar Rp3.168.120.000. Oleh sebab itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: Print-02/N.2.10 /Fd.1/03/2017 tanggal 20 Maret 2017, tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Leornard mengungkap selama proses penyidikan Djohan juga kerap mangkir saat dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai tersangka di tahap penyidikan. Pada tanggal 03 Juli 2017, Kejari Medan menetapkan tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Pada saat Tim Tabur menangkap, tersangka Djohan berusaha mengelabui dengan menunjukkan identitas yang berbeda antara KTP dan SIM karenanya diduga tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali," katanya.

Dia memperingatkan kembali kepada seluruh DPO Kejaksaan RI untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO.

"Keberhasilan tangkap buronan (tabur) Kejaksaan kali ini merupakan yang ke-13 di Tahun 2021 dari DPO Kejaksaan RI," tegasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Jadi Buruan Jaksa, Tersangka Korupsi Videotron Diduga Coba Ubah Identitas
KPK Dalami Fee Diterima Juliari dari PT Tigapilar Agro Utama
Kasus Korupsi Proyek Pengaman Banjir, Kejati Bengkulu Geledah Kantor Dinas PUPR
Kades Terdakwa Pungli BLT Corona Divonis Bebas, Kejaksaan Lombok Barat Ajukan Kasasi
Kejaksaan Depok Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Proyek Ruang Belajar SD

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami