Gara-gara ATM Tertinggal di Mesin, Uang Pemuda Ini Dikuras Pencuri Rp 10 Juta

Gara-gara ATM Tertinggal di Mesin, Uang Pemuda Ini Dikuras Pencuri Rp 10 Juta
PERISTIWA | 15 September 2020 12:41 Reporter : Afif

Merdeka.com - Seorang pria berinisial MF (29) harus berurusan dengan polisi setelah menguras uang dari ATM milik Twk. Turchamun Dahriansyah, (29) warga Kota Jantho, Aceh Besar.

Pelaku dibekuk polisi Senin (14/9) dini hari di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui telah mencuri uang melalui ATM milik korban.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Ryan Citra Yudha mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi pada Kamis (9/7) malam di gerai ATM Bank BNI Unit Pasar Aceh, Gampong Baru, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

"Pelaku MF melakukan aksi pencurian uang nasabah BNI tersebut dikarenakan ATM milik korban tertinggal di galeri ATM Pasar Aceh," kata Yudha, Selasa (15/9).

Saat itu korban sedang melakukan transaksi perbankan dan tanpa menyadari, kartu ATM tertinggal pada gerai. Korban baru menyadari kehilangan ATM disaat sudah berada di rumah.

"Kemudian korban menghubungi Call Center Bank BNI untuk melakukan pemblokiran terhadap nomor rekening dan ATM milik korban," ujar dia.

Namun, saat itu pihak operator memberitahukan kepada korban bahwa saldo di rekening milik korban sudah berkurang. Saat itu korban mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan penarikan uang.

"Korban keesokan harinya melakukan konfirmasi ke Bank BNI terhadap kekurangan saldo ATM dan pihak bank mencoba untuk melakukan print out rekening koran, dan ternyata tabungan korban sudah kosong," kata dia.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB/320/VII/Yan. 2.5/2020/SPKT yang dilaporkan oleh korban, polisi langsung melakukan pencarian bukti-bukti dan keterangan para saksi. Sehingga diketahui keberadaan pelaku dan dilakukan penangkapan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh.

"Pelaku mengakui pernah melakukan pencurian uang dari ATM milik korban sebanyak Rp 10 juta di berbagai lokasi, di antaranya ATM pasar Gampong Baru, ATM Taman Makam Pahlawan, dan ATM Sukadamai," kata dia.

Yudha mengatakan, saat melakukan pengambilan saldo dari berbagai gerai ATM, pelaku menentukan waktu yang sepi sehingga dia leluasa dalam melakukan aksi kejahatannya. Pelaku mengakui melakukan penarikan uang secara bertahap dengan total Rp 10 juta dan uang tersebut dipergunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Barang bukti kartu ATM milik korban, sebutnya, menurut keterangan pelaku sudah dibuang dan sampai saat ini masih dalam pencarian personel Jatanras. Pelaku dijerat pasal 362 KUHP dan diancam hukuman 5 tahun penjara.

Pelaku juga mengaku sebelum menguras uang dari ATM tersebut mencoba-coba PIN ATM korban dari angka 1 sampa 6. "Ternyata benar angka tersebut PIN korban," tutupnya. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami