Gara-Gara Kecanduan Game HP, 3 Anak di Semarang Jalani Terapi Gangguan Jiwa

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 14:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Tiga pasien anak menjalani terapi gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo, Semarang akibat kecanduan game di handphone. Rata-rata yang menjalani terapi adalah anak usia sembilan tahun.

"Dua pasien benar-benar murni adiksi (kecanduan) game. Satu pasien dengan diagnosa gangguan jiwa karena dia mainnya game terus," kata Psikiater RSJ Amino Gondohutomo Hesti Anggriani, Jumat (18/10).

Adapun ciri-ciri pasien yang mulai mengalami kecanduan permainan dalam gawai di antaranya anak itu tumbuh menjadi tidak terkendali.

"Tidak mau sekolah, kalau tidak dipaksa berangkat sekolah. Inginnya main game terus buat orang tua kewalahan," ujarnya.

Rumah sakit Amino Gondohutomo dalam setahun belakangan menerima banyak pasien yang bermasalah karena terpapar permainan dalam gawai. Dari beberapa pasien yang berobat ke RSJ Amino, hanya tiga orang yang didiagnosa kecanduan berat.

"Kalau yang overlap dengan diagnosa lain banyak. Tapi yang kasus adiksi game tidak banyak," ujarnya.

Dia menjelaskan, seorang anak bisa disebut mengalami games addiction apabila menghabiskan waktunya untuk permainan dalam gawai minimal delapan jam sehari.

"Kalau adiksi games dia menggunakan waktu dalam sehari di atas delapan jam, setiap hari berkelanjutan terus bukan sekadar buat refresing atau rekreasi," tutupnya.

Baca juga:
Demi Selfie Bareng Jemaah Putri, Pria di Sukoharjo Pakai Jilbab dan Cadar
Kabur dari Dinsos, Wanita Gangguan Jiwa Ditemukan Tewas di Mobil Dinas Pemkab Tuban
Pria Resahkan Wisatawan Pantai Kuta Baru Keluar dari RS Jiwa Bangli
Pria Diduga Stres Acungkan Pisau ke Wisatawan Asing di Pantai Kuta
Penderita Gangguan Jiwa Mengamuk, Lukai 3 Orang dan Rusak 1 Rumah di Jayawijaya
Gamers Penghuni Yayasan Penderita Gangguan Jiwa di Bekasi

(mdk/cob)