Garut Macet Parah, Polisi Lakukan Rekayasa Arus Lalu Lintas

PERISTIWA | 7 Juni 2019 20:15 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - H+2 lebaran, arus kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Garut kian meningkat di banding sebelumnya, Jumat (7/6). Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin parah, polisi melakukan rekayasa lalu lintas, mulai dari penutupan, memberlakukan sistem satu arah hingga pengalihan arus.

"Penutupan ini kita lakukan sampai tiga jam bagi kendaraan yang mengarah ke Bandung karena memang arus dari Bandung ini cukup tinggi," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro.

Selain jalan KH Anwar Musaddad, polisi juga menutup Simpang Cikaledong, Bandung yang mengarah Limbangan selama tiga jam. Arus kendaraan dari arah Bandung seluruhnya dialihkan menuju jalur Kadungora-Leles. Dan bagi yang tujuannya Tasik dilanjutkan melalui Cilawu.

Penutupan jalur tersebut, diakui Rizky, dilakukan untuk menguras kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di Nagreg, Bandung yang terjadi sejak pagi. Selain itu, polisi sempat melakukan one way di beberapa titik, seperti dari Bandung mengarah Kadungora dan juga Limbangan.

Salah seorang warga Samarang, Iyong Muthallib (45) yang baru saja pulang silaturahmi di Kecamatan Sukawening, harus menempuh perjalanan lebih lama dari biasanya.

"Tadi sangat macet dan titik kemacetan terjadi di kawaaan bundaran Suci. Jumlah kendaraan yang melewati Suci mengarah Tasikmalaya memang lebih banyak dari biasanya. Jadinya ya lebih lama di banding hari-hari biasa," ucapnya. (mdk/cob)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.