Geger 5 Nisan Makam Raib Dicuri dalam Sepekan di Samarinda

PERISTIWA | 22 Januari 2020 02:33 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Lima nisan di taman pemakaman umum (TPU) Muslimin di Jalan KH Abul Hasan kelurahan Pasar Pagi, Samarinda, Kalimantan Timur, raib dalam sepekan. Masyarakat dibikin resah. Belum diketahui persis motif pencurian itu.

Merdeka.com mendatangi TPU Muslimin, sore tadi sekira pukul 15.50 Wita. TPU tertua di Samarinda seluas 4 hektare sejak 1933 silam itu, kondisinya demikian sesak, dan dikelilingi permukiman warga. Apalagi, rata-rata saat ini satu liang lahat, diisi minimal 5 jenazah.

Kabar hilangnya nisan itu diketahui dari peziarah, saat ziarah kubur. Aduan demi aduan, diterima pengurus TPU, termasuk hingga pengrajin nisan yang tinggal di sekitar TPU.

"Sudah seminggu ini, ada 5 nisan hilang. Dua dari nisan yang saya buat," kata salah seorang pengrajin nisan, Azis (35), ditemui merdeka.com, Selasa (21/1).

Kelima nisan yang hilang, bernilai belasan juta rupiah. Itu dilihat dari harga nisan, kisaran Rp2,5 juta-Rp5 juta. "Semua nisan yang hilang ini, terbuat dari kayu ulin," ujar Azis.

"Itu sementara yang hilang, yang kita tahu. Sebelumnya memang, pengurus makam sudah tahu ada nisan yang hilang. Cuma kan kita tidak tahu, keluarga yang mana bisa dihubungi?" tambah Azis.

1 dari 1 halaman

Menurut Azis, nisan yang hilang memang memang berbeda dengan nisan yang terbuat dari beton. "Ini pertama kali terjadi. Kalau kayu ulin, memang mudah, tinggal congkel. Kalau yang dari beton, kan berat diangkat," sebut Azis.

TPU Muslimin itu, memang berkeliling tembok. Namun demikian, terdapat jalan tangga menaiki tembok untuk akses keluar dan masuk permukiman. Dicurigai, akses itu jadi jalan pencuri membawa keluar nisan yang dicuri. "Jalan keluar itu, awalnya memang dibuat untuk memecah kepadatan peziarah ke TPU ini. Utamanya, kalau jelang puasa Ramadan," ujar Azis.

Camat Samarinda Kota Anis Siswatini, yang kebetulan sedang ziarah makam tokoh Samarinda memperingati hari jadi kota Samarinda hari ini, bakal membicarakan serius soal itu, bersama jajaran kelurahan, Rabu (22/1) besok. "Supaya tidak terulang lagi. Apalagi ini kejadian pertama kali di makam terbesar di Samarinda ini," kata Anis. (mdk/bal)

Baca juga:
Kasus-kasus Kriminal yang Mengusik Rasa Keadilan Publik
Bermodal Rompi SWAT, Polisi Gadungan Peras Pengendara di Makassar
48 Kali Beraksi & Selalu BAB di Rumah Korban, 3 Pelaku Curanmor Berjimat Ditangkap
Berhenti Kerja, Karyawan Lepas di Kalteng Bawa Kabur Motor Perusahaan
100 Kali Beraksi, Pasutri Spesialis Curanmor Ditangkap Polisi
Polisi Ungkap Pencurian dengan Modus Penumpang Taksi Online

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.