Geger Penemuan Harta Diduga Peninggalan Soekarno, Ternyata Cuma Kuningan

PERISTIWA » MAKASSAR | 28 November 2019 10:42 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Polisi menyelidiki penemuan batangan logam dan kepingan koin berwarna kuning keemasan yang menggegerkan warga Desa Pinceng Pitu, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Harta karun yang diduga peninggalan Presiden Pertama Indonesia Soekarno itu pun dibawa untuk diuji kadar logamnya.

"Kita langsung bawa ke salah satu pedagang emas yang ada di Kota Makassar untuk membuktikannya," kata Kasat Intelkam Polres Bone, AKP Surahman, Rabu (27/11). Dikutip dari Liputan6.com.

Dia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan kadar logam harta karun yang diklaim sebagai peninggalan presiden pertama itu tidak menunjukkan sedikitpun mengandung logam mulia.

"Tidak mengandung emas sama sekali. Itu hanya besi titanium kuningan," jelas Made.

Setelah menginterogasi Kepala Desa Pinceng Pute, Sudirman, polisi menjelaskan bahwa batangan logam dan kepingan koin itu bukanlah harta karun peninggalan Soekarno. Benda itu juga bukan ditemukan dari wangsit atau mimpi, melainkan hanyalah koleksi pribadi miliknya dan kawannya.

"Ada beberapa orang yang punya itu barang, dititip di Kades itu untuk dijual ke kolektor. Semua benda itu sekarang disimpan di rumah Kades," ucapnya.

Berdasarkan data yang diterima, adapun jenis-jenis logam yang diklaim sebagai harta karun peninggalan Soekarno itu adalah dua batangan logam berlogo Presiden Sukarno, tiga batangan logam dengan logo tulisan London tahun 1818, 27 kepingan koin logo pedang, delapan kepingan koin berlogo Garuda, sebuah keris ukuran sedang, dan lima batu permata.

Sebelumnya, warga Desa Pinceng Pute dihebohkan dengan penemuan harta karun berupa batangan logam dan kepingan koin berwarna kuning keemasan. Batangan logam dan kepingan koin tersebut diduga merupakan harta peninggalan Soekarno.

"Yang pertama kali menemukannya adalah Kepala Desa Pinceng Pute, namanya Sudirman," kata Andi Yusril, warga setempat.

Yusril menjelaskan bahwa dari informasi yang ia terima, Sudirman menemukan harta karun itu setelah dia mendapat wangsit melalui mimpi beberapa waktu lalu. Sudirman pun lalu menggali tanah kebun di lahan miliknya dan menemukan harta karun tersebut.

"Dia mengaku kalau di situ masih banyak emas lagi, tapi harus pakai ritual dulu," jelas Yusril.

Informasi penemuan harta karun itu pun tersebar luas, bahkan hingga ke telinga kolektor barang antik dari luar negeri. Warga yang mengetahui informasi ini juga berbondong-bondong mendatangi kebun milik Sudirman untuk melihat penemuan batangan logam dan kepingan koin bergambar Sukarno tersebut.

"Ramai karena digelar ritual Mappadekko dengan menyembelih tujuh ekor kambing dan kuda. Pak Sudirman yang pimpin langsung, ada juga kolektor barang antik dari Malaysia yang datang, entah Dato siapa namanya," Yusril menjelaskan.

Ritual itu bertujuan agar lempengan logam dan kepingan koin lainnya bisa ditemukan. Sementara harta karun berupa lempengan logam dan kepingan koin yang ditemukan sebelumnya kini disimpan di kediaman milik Kepala Desa Pinceng Pute, Sudirman.

"Warga yang melihat langsung sih peracaya kalau itu emas," Yusril memungkasi. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Para Pemburu Harta Kerajaan Sriwijaya
Tanah Cengau Banyak Menyimpan Peninggalan Sejarah
Berburu Harta Karun Sambil Mencari Jodoh
Banyak Siswa Bolos Sekolah Bantu Orang Tua Berburu Harta Karun
Awal Mula Penemuan Harta Karun Sriwijaya di Cengal
Musim Melimbang Harta Karun di Cengal

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.