Gelapkan Mobil Rental, 2 Pemalsu Dokumen di Gianyar Ditangkap

Gelapkan Mobil Rental, 2 Pemalsu Dokumen di Gianyar Ditangkap
Pelaku dan barang bukti di Mapolsek Sukawati, Gianyar, Bali, Kamis (16/9). ©2021 Merdeka.com
NEWS | 17 September 2021 03:30 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kedua tersangka yang ditangkap bernama I Gusti Putu Noor Hairul (37), warga Kabupaten Jembrana, Bali, dan Ni Made Emi Riana Wulandari (34), warga Kabupaten Tabanan, Bali. Keduanya ditangkap di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (11/9). Dua rekan mereka, Gede dan Wayan , belum tertangkap dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Mereka diduga merupakan anggota sindikat penipuan atau penggelapan mobil, serta pemalsuan surat negara seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, NPWP, hingga surat perizinan usaha," kata Kapolsek Sukawati AKP I Made Ariawan, Kamis (16/9).

Kasus ini terungkap atas laporan korban I Ketut Artayasa, pada Selasa (17/8). Saat itu pegawai korban bernama Voldy Runtukahu di Koperasi Seroja Blambangan Sejahtera, Jalan Pasekan Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Kabupaten Gianyar, kedatangan seorang laki-laki yang mengaku bernama I Made Dedi Putrawan.

Laki-laki itu ingin menyewa kendaraan selama dua hari, yaitu satu unit mobil Toyota Cayla dengan Nopol DK 1929 DT. Karena dokumen yang dibawa lengkap, korban tidak curiga dan menyerahkan kendaraan itu.

Setelah dua hari, korban mencoba menghubungi laki-laki itu, karena masa sewanya telah habis.

"Kemudian dihubungi nomor telepon yang diberikan ternyata sudah tidak aktif. Selanjutnya pelapor (korban) melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukawati guna proses selanjutnya. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian secara materiil sebesar Rp70 juta," imbuhnya.

Laporan itu ditindaklanjuti pihak kepolisian. Mereka melakukan penyelidikan dengan mencari saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, polisi lantas melakukan penyelidikan ke wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka menemukan mobil korban.

"Mobil ditemukan di rumah warga bernama I Ketut Iwan Sutayasa. Yang bersangkutan menginformasikan pada korban terkait keberadaan mobil tersebut, dan memang benar merupakan barang bukti penggelapan sesuai dengan yang dilaporkan korban," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi bahwa pelaku berada di daerah Malang, Jawa Timur. Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan ke daerah Malang, dan berhasil melakukan menangkap pelaku.

Saat diinterogasi, nama asli pelaku adalah I Gusti Putu Noor Hairul. Ia ternyata beraksi bersama temannya, Wayan Eka yang saat ini berstatus DPO.

Setelah berhasil menyewa mobil, pelaku membawa kendaraan itu ke tempat indekos Ni Made Emi Riana Wulandari di Blahbatuh, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Dan mobil tersebut dijual di wilayah Singaraja (Buleleng) dengan nilai yang sangat murah, yakni Rp 12 juta. Uang penjualan mereka bagi rata," ungkapnya.

Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan identitas KTP palsu di mana KTP tersebut dibuat Ni Made Emi Riana Wulandari.

Sementara, Ni Made Emi Riana Wulandari mengakui telah membuatkan identitas KTP palsu kepada I Gusti Putu Noor Hairul. "Kita melakukan pengecekan barang- barang di dalam kamar indekos yang ditempati oleh yang bersangkutan. Ditemukan beberapa barang yang diduga untuk membuat surat-surat palsu, berupa stempel, bantalan tinta, blanko kosong KK, akta perkawinan, NPWP, KTP, rekening koran, buku tabungan, dan bermacam surat keterangan," jelas Ariawan. (mdk/yan)

Baca juga:
Modus Ingin Sewa, Ibu & Anak di Depok Bawa Kabur 40 Mobil Rental
Jual 5 Ha Lahan Milik Orang Lain, Eks Kades di Klungkung Ditangkap Satgas Mafia Tanah
Ketua Kwarnas Pramuka Akui Adhyaksa Lakukan Penyalahgunaan Wewenang
Polisi Segera SP3 Kasus David NOAH
Kasus Pelaporan Penggelapan David Noah Berujung Damai
Adhyaksa Dault Dipolisikan Terkait Dugaan Penggelapan Aset Kwarnas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami