Gelar Bazar Ramadan, Warga Klaten & Komunitas Peduli Sungai Kampanye Puasa Plastik

PERISTIWA | 7 Mei 2019 09:31 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ada yang unik dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan 1440 H, di Klaten, Jawa Tengah. Warga dan Komunitas Peduli Sungai Kalilunyu mengadakan Taman Ramadan Kalilunyu (TRKL) selama bulan puasa.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga dan edukasi tentang lingkungan sungai. Kegiatan ini diisi dengan bazar berbagai kuliner menarik untuk menu berbuka puasa. Selain bazar kuliner, berbagai kegiatan edukasi, seminar, tentang lingkungan sungai juga digelar untuk menyemarakkan acara yang digagas oleh komunitas dan warga ini.

Ketua Komunitas Peduli Kalilunyu, Doni Wahyono mengatakan, bazar kuliner tersebut diikuti oleh 30 lapak pedagang dari warga sekitar Kalilunyu. Pihaknya berharap kegiatan ini mampu meningkatan ekonomi warga dan komunitas yang selama ini terus aktif melakukan gerakan bersih sungai dan peduli sungai.

Selain ekonomi kreatif, kegiatan ini juga untuk mengedukasi serta mengajak warga dan berbagai pihak untuk terus bergotong royong menjaga kalilunyu agar tetap bersih dan memberi manfaat kepada warga sekitar.

"Kami juga mengajak kepada takmir masjid di sekitar Kalilunyu, ibu-ibu dan srikandi di sekitar Kalilunyu, lurah, camat, Dinas Lingkungan Hidup, Sekda Klaten sekaligus Kepala Sekolah Sungai Klaten, pelajar, akademisi, pakar untuk membacakan dan menandatangani komitmen bersama untuk melakukan gerakan ramadhan cantik. Kurangi atau puasa plastik melalui aksi-aksi nyata di lingkungan masing-masing," ujar Doni, Selasa (7/5).

Doni menilai, selama ini sungai masih dijadikan tempat pembuangan sampah terpanjang oleh berbagai pihak. Sekda Kabupaten Klaten yang sekaligus Kepala Sekolah Sungai Klaten, Jaka Sawaldi mendukung penuh kegiatan Taman Ramadan Kalilunyu.

Dia berharap kegiatan inovatif ini dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar dan komunitas. "Kami berharap kegiatan ini akan terus menyadarkan kepada warga sekitar Kalilunyu akan pentingnya sungai yang bersih. Pemerintah terus mendorong agar semua pihak, instansi pemerintah, TNI, Polri dan dunia usaha, untuk bekerjasama menjaga lingkungan sungai," katanya.

Pemkab Klaten, lanjut Jaka, juga telah membuat perda tentang pemanfaatan dan pengelolaan sungai untuk mendukung gerakan masyarakat ini.

Selain mengajak warga berpuasa menggunakan plastik, mereka juga mengajak warga memanfaatkan dedaunan untuk membungkus makanan. Yakni dengan daun pisang dan daun jati.

Baca juga:
4 Cara Memasak Cumi, dari Cumi Hitam sampai Cumi Cabai Hijau
Kenapa Turki Identik dengan Negeri Kebab? Ini Fakta Menariknya
Ditinjau Anies, Pedagang Jamin Pasokan Beras Aman Hingga Lebaran
MUI Sebut Puasa di Bali Tidak Hanya Menahan Haus, Tetapi juga Godaan Turis
Kenikmatan Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal

(mdk/ray)