Gelar Operasi Pasar, BPOM Pontianak Sita 1.291 Kemasan Kosmetik Ilegal

PERISTIWA | 8 Desember 2018 05:31 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar operasi penertiban pasar. Dalam 5 hari di 2 kota berbeda, petugas menyita 148 item kosmetik ilegal dan mengandung zat berbahaya.

"Jadi operasi itu digelar mulai 26-30 November 2018 kemarin, di kota Pontianak, dan kota Singkawang. Yang diamankan, 148 item dengan jumlah 1.291 kemasan kosmetik ilegal," kata Pelaksana Harian Kepala BBPOM Pontianak, Berthin Hendry Dunard, dalam keterangan dia kepada wartawan di Pontianak, Jumat (7/12).

Hendry menerangkan, nilai seluruh kosmetik mencapai tidak kurang dari Rp 60 juta. "Taksiran nilai ekonomisnya, mencapai Rp 60,919 juta untuk kosmetik tanpa izin edar itu," ujarnya.

Hendry menjelaskan peredaran kosmetik ilegal, belum dijamin keamanan dan mutunya, sehingga akan merugikan kesehatan masyarakat.

"Selain itu, sesuai ketentuan, kosmetik tidak boleh diperjualbelikan atau diedarkan, sebelun mendapatkan izin edar dari BPOM. Kita imbau, masyarakat cerdas, tidak menggunakan kosmetik tanpa izin edar," sebutnya.

"Baik itu beli langsung, maupun pembelian secara online. Lakukan pengecekan, sebelum memilih produk, untuk memeriksa kemasan, label, izin edar dan kadaluwarsanya," tambah Hendry.

Menurut Hendry, pengawasan yang dilakukan BPOM, untuk memberikan jaminan keamanan, mutu, dan manfaat terhadap obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat. "Pengawasan setelah produk beredar, meliputi pemeriksaan sarana produksi, dan distribusi," tandas Hendry. (mdk/ray)

Baca juga:
Via Vallen dan Nella Kharisma Akan Diperiksa Terkait Kosmetik Ilegal Pekan Depan
Kasus Kosmetik Palsu, Nella Kharisma akan Dipanggil Polda Jatim
Produk Kecantikan Ilegal di Kediri Jadikan Artis Terkenal Jadi Endorsement
YLK Sumsel: Waspada Produk Kosmetik Ilegal Beredar di Pasar dan Online
Ribuan kosmetik ilegal berbahaya disita dari 7 wilayah di Aceh

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.