Gelar Raker, Rektor UIN Malang Ingin Serap Semangat Inovasi Banyuwangi

Gelar Raker, Rektor UIN Malang Ingin Serap Semangat Inovasi Banyuwangi
PERISTIWA » MALANG | 12 Februari 2020 15:46 Reporter : Rizlia Khairun Nisa

Merdeka.com - Jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Dipimpin Rektor UIN Maliki, Abdul Haris, kedatangan mereka disambut hangat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten, Rabu (12/2).

Haris mengatakan, kedatangannya tersebut dalam rangka rapat pimpinan (rapim) UIN Maliki yang kali ini di gelar di Banyuwangi. Haris mengungkapkan ada sejumlah alasan yang mendorong UIN Maliki Malang menggelar rapim di daerah ujung timur Pulau Jawa ini.

Menurutnya, Banyuwangi adalah daerah yang sangat inspiratif. Banyak hal yang bisa dipelajari dari Banyuwangi. Termasuk, semangat inovasi dan strategi pengembangan daerahnya yang terbukti mampu membawa perubahan positif yang sangat signifikan dalam delapan tahun terakhir. Mulai dari pariwisata yang semakin maju, investasi kian bergeliat, hingga ekonomi yang semakin tumbuh.

uin malang gelar raker di banyuwangi

©2020 Merdeka.com

Hal tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi segenap jajaran pimpinan UIN Maliki untuk datang ke daerah ini. Mereka ingin melihat langsung dan mempelajari beragam inovasi yang dilakukan Banyuwangi.

"Kami ingin mendengar langsung dari Pak Bupati (Anas) bagaimana beliau mendesain Banyuwangi hingga bisa maju seperti sekarang. Kami juga ingin menyerap semangat inovasi beliau yang menurut kami sangat penting untuk bekal memajukan UIN Maliki," kata Haris.

Dalam kesempatan itu, Haris menyampaikan ingin menjalin kerja sama yang baik dengan pemkab Banyuwangi. Kerja sama tersebut, kata Haris, diharapkan mampu mendukung pengembangan SDM di Banyuwangi. Juga pengembangan kampus UIN Maliki sendiri.

uin malang gelar raker di banyuwangi

©2020 Merdeka.com

"Kerjasamanya bisa macam-macam. Misalnya, kami buka slot untuk mahasiswa penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas, atau mungkin juga buka cabang UIN Maliki di Banyuwangi dengan jurusan yang sesuai kebutuhan di sini. Kenapa tidak?," kata Dia.

Haris juga mengapresiasi berbagai kemajuan Banyuwangi. "Banyuwangi luar biasa. Alamnya indah, seni budayanya bagus, kulinernya juga nikmat. Jadi yang saya dengar selama ini, memang sesuai realita yang saya lihat saat ini," tegasnya.

Rapim UIN Maliki Malang di Banyuwangi dilaksanakan pada Senin-Rabu (10-12/2). Raker tersebut dipimpin langsung Rektor UIN Maliki, yang total diikuti 100 jajaran pimpinan di level dekanat, ketua lembaga, serta pejabat-pejabat administrasi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada UIN Maliki yang memilih Banyuwangi sebagai lokasi rapim. Bagi Anas, ini merupakan apresiasi sekaligus wujud dukungan perguruan tinggi untuk pengembangan daerah.

uin malang gelar raker di banyuwangi

©2020 Merdeka.com

Pihaknya pun menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan UIN Maliki. Peran perguruan tinggi, kata Anas, sangat vital dalam pembangunan daerah.

"Tidak pernah ada daerah yang besar, tanpa perguruan tinggi terlibat di daerah tersebut. Perguruan tinggi adalah elemen terpenting untuk membangun SDM sebuah daerah. Maka, kami sangat senang jika UIN Maliki bisa bekerjasama dengan kami. Syukur-syukur bisa buka cabang kampus di Banyuwangi," kata Anas.

Di Banyuwangi, saat ini telah dibuka sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta. Di antaranya, Universitas Airlangga (Unair), Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), dan Balai Pelatihan Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3).

"Keberadaan perguruan tinggi sangat mendukung pengembangan SDM Banyuwangi. Kami pun masih sangat berharap akan lebih banyak lagi perguruan tinggi yang berdiri di Banyuwangi," pungkas Anas. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami