Gelar Simulasi, RS Siloam Evakuasi Pasien di Tengah Kobaran Api
PERISTIWA | 6 Desember 2018 22:26 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) Tangerang menggelar simulasi pemadaman kebakaran di Gedung A, Kamis (6/12). Dalam simulasi tersebut, petugas gabungan mengevakuasi para pasien yang terjebak api di bangsal lantai 7.

"Tujuan simulasi untuk mempererat koordinasi dengan pihak eksternal SHLV, sekaligus mengukur dan mengetahui kesiapan sarana dan prasarana yang ada di SHLV apabila terjadi bencana, sepeti kebakaran misalnya," ujar Direktur SHLV Jeffry Oeswadi dalam keterangannya.

Pihak yang terlibat dalam simulasi ini adalah Makorem Karawaci, BPBD Kabupaten Tangerang, Town Management and Development Lippo Village, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, rumah sakit jejaring, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Pihak Kepolisian Sektor Kelapa Dua.

Menurut skenarionya, terjadi kebakaran di salah satu bangsal di lantai 7 gedung A SHLV. Begitu kebakaran terjadi, sprinkler otomatis menyemprotkan air di area kebakaran. Saat bersamaan sirine kebakaran terdengar. Perawat di bangsal menghubungi sekuriti melalui telepon, dan emergency code diaktifkan.

Hal ini berarti bahwa semua pihak yang ada di gedung SHLV harus terlibat dalam upaya penanganan kebakaran, sesuai arahan dari Ketua tim K3 rumah sakit. Sambil api berusaha dipadamkan, karena situasi mulai tidak tekendali, maka pasien-pasien yang ada di lantai tersebut dievakuasi oleh tim sekuriti dan tim K3 serta tim perawat, sesuai tugas masing-masing.

Tim manajemen selaku koordinator lapangan memutuskan untuk meminta bantuan tim pemadam kebakaran dari Town Management and Development Lippo Village, serta tim BPBD Kabupaten Tangerang. Pihak lain yang masuk dalam jejaring pun dihubungi, seperti rumah sakit terdekat, utamanya RSUD Tangerang, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta Polsek Kelapa Dua, maupun Makorem terdekat.

Tim bantuan dari Makorem Karawaci tiba di lokasi untuk membantu tenda darurat sebagai tempat menampung pasien yang dievakuasi. Skenario berjalan lancar, tidak ada korban dalam peristiwa ini.

"Kita mengagendakan simulasi seperti ini setiap tahun agar keterampilan dan kesiapsiagaan kita selalu terasah. Ini demi keselamatan dan keamanan pasien, pengunjung dan staf kita," pungkasnya.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT