Geledah Kantor Wali Kota Medan, KPK Sita Dokumen Perjalanan ke Jepang dan Kendaraan

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 20:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Wali Kota nonaktif Medan Teuku Dzulmi Eldin terkait kasus dugaan suap proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahan Kota Medan tahun anggaran 2019.

Selain ruangan Dzulmi, tim lembaga antirasuah juga menggeledah ruang protokoler Wali Kota, dan beberapa ruangan lain di lingkungan Pemerintahan Kota Medan, Sumatera Utara yang disinyalir terdapat bukti yang relevan dalam kasus ini.

"KPK menyita dokumen perjalanan ke Jepang, dokumen lain yang terkait, barang bukti elektronik serta kendaraan salah satu staf pemerintahan kota Medan yang digunakan untuk menerima uang (suap)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2019).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahan Kota Medan tahun anggaran 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menjerat dua orang lainnya, yakni Kadis PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI).

Dzulmi diduga menerima suap untuk menutupi ekses perjalanan dinas wali kota ke Jelang. Dalam perjalanan dinas, Dzulmi membawa serta keluarga dan beberapa kepala dinas. Dzulmi dan keluarganya memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas.

Akibat keikutsertaan pihak-pihak yang tidak berkepentingan, terdapat pengeluaran perjalanan dinas Walikota yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bisa dibayarkan dengan dana APBD.

Pihak travel kemudian menagih sejumlah pembayaran tersebut kepada Dzulmi. Dzulmi kemudian bertemu dengan Syamsul dan memerintahkannya untuk mencari dana dan menutupi ekses perjalanan ke Jepang tersebut dengan nilai sekitar Rp800 juta.

Syamsul kemudian membuat daftar target kepala-kepala dinas yang akan dimintakan dana, termasuk di antaranya adalah kadis-kadis yang ikut berangkat ke Jepang dan Isa meskipun tidak ikut berangkat ke Jepang.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sempat Kabur Bawa Uang Suap Rp50 Juta, Ajudan Wali Kota Medan Menyerahkan Diri
KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Wali Kota Medan
Wali Kota Dzulmi Eldin Kena OTT KPK, Pemkot Medan Siapkan Bantuan Hukum
KPK Jebloskan Walkot Medan Dzulmi Eldin ke Rutan Guntur
Dzulmi Eldin Minta Setoran ke Kadis buat Tutupi Dinas ke Jepang Senilai Rp800 Juta

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT